TOMOHON, Globalberita.com – Sebanyak 640 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tomohon mengikuti Profiling ASN yang dilaksanakan bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado.
Kegiatan yang dimulai Rabu (12/8/2026) tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, dengan peserta mengikuti sesi profiling sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Profiling ini diarahkan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi, kompetensi dan kapasitas ASN. Hasilnya diharapkan dapat menjadi basis data dalam mendukung penataan serta pengembangan aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Daerah Kota Tomohon, Djon Sonny Liuw, SPi, mengatakan, Profiling ASN merupakan bagian penting dalam pengelolaan aparatur berbasis kompetensi.
“Profiling ASN atau ProASN ini wajib dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pengetahuan ASN melalui pelatihan, pendidikan dan pengalaman kerja,” ujar Djon Sonny.
Menurutnya, profiling memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kompetensi yang dimiliki ASN, baik dari sisi teknis, manajerial maupun sosial-kultural.
Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan kompetensi aparatur, termasuk pendidikan dan pelatihan maupun pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing ASN.
Hasil profiling juga dapat mendukung penempatan ASN sesuai potensi dan kompetensinya. Dengan demikian, pemerintah memiliki dasar yang lebih objektif dalam menerapkan prinsip the right man on the right place.
Tidak hanya berkaitan dengan penempatan, pemetaan tersebut juga dapat menjadi bahan dalam pengembangan karier, pemetaan talenta, serta penyiapan aparatur potensial untuk kebutuhan organisasi dan kepemimpinan di masa mendatang.
Dari sisi manajemen kepegawaian, data profiling dapat membantu pemerintah dalam menyusun kebutuhan ASN sekaligus menjadi salah satu bahan pendukung dalam pengembangan kompetensi, rotasi, mutasi dan promosi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar untuk membangun birokrasi yang profesional dan berbasis kompetensi.
Dengan tersedianya data potensi dan kompetensi ASN, penataan aparatur diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur sehingga pengembangan sumber daya manusia aparatur benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan pelayanan publik.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir mewakili Kepala Kantor Regional XI BKN Manado, Ketua Pokja Pembinaan Manajemen ASN Jovinus Montolalu, SE, MAP, bersama Tim Penilai Kompetensi BKN Pusat.
Profiling terhadap 640 ASN ini diharapkan menghasilkan pemetaan yang dapat menjadi salah satu pijakan Pemerintah Kota Tomohon dalam menyusun kebijakan pengembangan aparatur secara lebih tepat dan terarah.













