PERHIMPUNAN BURUNG INDONESIA KOLABORASI BERSAMA MPA ANEMON DALAM PROGRAM “BArU” DI SANGIHE

SANGIHE249 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA– Perhimpunan Burung Indonesia berkolaborasi bersama Mahasiswa Pencinta Alam ANEMON Politeknik Negeri Nusa Utara dalam melaksanakan Program BArU ( Birds Around Us) pada Sabtu 9/11/2025.

Kegiatan yang sarat akan nilai positif tersebut merupakan salah satu program Burung Indonesia yang berfokus pada pelestarian burung di wilayah perkotaan dengan mengembangkan ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Program ini melibatkan kegiatan seperti fasilitasi pengamatan burung, pemasangan papan informasi konservasi, dan edukasi publik melalui kegiatan rutin.

Menurut Ganjar Cahyo Aprianto yang saat ini menjabat sebagai Conservation Progran Officer Burung Indonesia di Sangihe, Program BArU bertujuan untuk Mengedukasi warga kota tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem dan burung di sekitar mereka serta Mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga keberadaan burung di lingkungan mereka.

Diketahui, Burung memiliki peran penting bagi keberlangsungan ekosistem alami wilayah perkotaan. Burung memiliki peran sebagai agen penyerbuk tumbuhan, pengendali hama serangga, dan penyebar benih. Selain itu, kehadiran burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu indikator kualitas lingkungan yang baik.

Menikmati kehadiran burung di tengah ruang terbuka hijau merupakan langkah awal untuk mengapresiasi dan menjaga kualitas lingkungan alam di wilayah perkotaan, sekaligus mengenal keragaman burung di dalamnya. Belum banyak masyarakat yang menyadari bahwa tidak hanya burung gereja dan kutilang saja yang beririsan secara tak langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari.

“Terkait hal tersebut, setiap tahun Burung Indonesia selalu mengajak masyarakat umum untuk turut merayakan keragaman burung di Indonesia melalui berbagai kegiatan. Tahun ini, kami mengangkat “Birds Around Us”. Tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat mengenal dan melindungi burung-burung liar beserta habitatnya di wilayah perkotaan,” jelas Ganjar.

Kegiatan pengamatan burung kota tersebut mengambil lokasi di dua titik, yaitu area Belakang Kantor RRI Tahuna dan Tempat Pembuangan Akhir di Kelurahan Santiago dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai didampingi oleh staff Burung Indonesia Tri Laurens, Risky Sumaili dan Julio Mododahi.

Ganjar Cahyo Aprianto juga mengajak masyarakat umum yang ingin melakukan pengamatan burung bisa bergabung dalam pelaksanaan yang akan dilakukan kembali pada tanggal 12 dan 14 November 2025.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempromosikan keanekaragaman hayati burung di perkotaan dan Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai ajang untuk mengapresiasi kawasan ruang terbuka hijau beserta satwa liar sebagai bagian dari ekosistem kota. konsep acara adalah para peserta yang berasal dari komunitas pencinta lingkungan dan masyarakat umum akan dibawa ke titik lokasi pengamatan burung di kota tahuna. Peserta akan diberikan pemaparan dan penjelasan mengenai keberadaan burung ditengah kota,” Tutup Ganjar.

Burung Indonesia adalah organisasi nirlaba dengan nama lengkap Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia yang merupakan bagian dari kemitraan global BirdLife International yang berkedudukan di Inggris.