MITRA, Globalberita.com-Polres Minahasa Tenggara (Mitra) gelar apel Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), yang dipimpin langsung Wakapolres Jonny Rumate, S.Sos, M.A.P. Bertempat di Lapangan Mapolres Mitra, Rabu 14 Oktober 2026.
Upacara ini merupakan bentuk komitmen tegas institusi kepolisian dalam menegakkan aturan internal serta memberikan sanksi bagi personel yang melakukan pelanggaran berat.
Dalam arahan Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K, M.Han, lewat Wakapolres Mitra Jonny Rumate, S.Sos, M.A.P tegaskan, kegiatan apel hari ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh Personel. Menjadi anggota Polri merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar.
“Seragam yang kita kenakan ini, bukan sekedar pakaian dinas. Melainkan simbol dari Pengabdian, tanggung jawab, integritas, dan kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri,” ujar Wakapolres.
Wakapolres menjelaskan, setiap anggota Polri dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi tribrata dan Catur Prasetya, menaati peraturan perundang-undangan, menjaga kehormatan institusi, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Apabila, seorang anggota melakukan pelanggaran berat dan terbukti lewat proses sesuai ketentuan yang berlaku dan berujung pada keputusan Pemberhentian tIdak dengan hormat. Maka, keputusan tersebut harus diterima sebagai konsekuensi dari pelanggaran yang telah dilakukan,” ucap Wakapolres.
Ditegaskan Wakapolres, tidak ada seorang yang berada di atas hukum dan tidak ada. Setiap anggota Polisi harus memahami bahwa, kehormatan institusi dibangun melalui perilaku, disiplin dan integritas setiap personel.
“Saya ingatkan kepada seluruh personel, agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran yang sangat berharga. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,”tutur Wakapolres.
Ditambahkanya, hindari segala bentuk pelanggaran, jauhi penyalahgunaan wewenang, dan jangan pernah mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat, bangsan dan negara.
“Jangan sampai kita kehilangan kehormatan yang telah dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, serta perjalanan panjang dalam pengabdian hanya karena tidak mampu mengendalikan diri dan menaati aturan,” pesan Wakapolres.
Dirinya mengajak, kepada seluruh personel yang masih aktif berdinas, kami perlu tekankan disini. Agar senantiasa menjaga sikap, perilaku dan moralitas, baik ketika berada di lingkungan kedinasan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya berharap, peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa, pengabdian kepada masyarakat dan negara menuntut. Pertama yaitu kesetian, kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab yang tidak dapat ditawar,” harap Wakapolres.
Diakhir sambutannya, Wakapolres mengajak, mari kita perkuat komitmen untuk mewujudkan Polri yang profesional, integritas, humanis dan semakin dipercaya oleh masyarakat.
“Jadikan kehormatan sebagai prinsip, disiplin sebagai kebiasaan, tanggung jawab sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas,” tutup Wakapolres.
Adapun yang bertindak perwira Apel, AKP Serly Lumataw, sedangkan bertindak sebagai Komandan Apel IPDA. Eko Julianto, S.Pi, M.Si. (CIA)







