Kajari Tomohon Ikut Rapat Penanganan Karhutla Gunung Lokon, Dorong Peran Aktif Kecamatan dan Kelurahan

TOMOHON, GlobalBerita.com – Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon, Adi Imanuel Palebangan, S.H., M.H., ikut dalam rapat koordinasi darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lokon yang digelar Pemerintah Kota Tomohon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah pada Rabu 14 Oktober 2026.

Rapat yang berlangsung di Kantor Wali Kota Tomohon sejak pukul 08.30 hingga 11.30 WITA tersebut membahas perkembangan terkini kebakaran Gunung Lokon, upaya pemadaman di lapangan, kesiapan personel dan peralatan, hingga langkah antisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tomohon, kondisi terkini menunjukkan kebakaran di bagian tengah kawasan Gunung Lokon telah berhasil dipadamkan. Namun api terpantau masih meluas ke arah utara menuju kaki Gunung Empung. Sementara di bagian barat, api juga telah padam namun masih menyisakan kepulan asap tebal.

Melihat situasi tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengusulkan peningkatan status penanganan dari siaga menjadi tanggap darurat guna mengoptimalkan pengerahan sumber daya. Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk menyatakan kesiapannya untuk menerbitkan Surat Keputusan tentang penetapan status tanggap darurat serta pembentukan tim tanggap darurat dengan mempertimbangkan kelengkapan data pendukung yang akan dihimpun.

Dalam pernyataannya di forum tersebut, Kajari Tomohon Adi Imanuel Palebangan menekankan bahwa penanganan karhutla tidak hanya soal pemadaman tetapi juga pencegahan. Menurutnya peran aktif pemerintah kecamatan dan kelurahan harus dioptimalkan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Kajari juga menegaskan pentingnya penegakan hukum secara tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran atau lalai sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Dalam rapat yang sama unsur Forkopimda mengusulkan pembentukan dua posko taktis di lokasi strategis serta pemanfaatan pesawat nirawak atau drone untuk memantau persebaran titik api secara real-time guna mendukung efektivitas penanganan.

Selain itu Dinas Lingkungan Hidup didorong untuk proaktif memantau dampak asap terhadap kualitas lingkungan serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk memantau arah angin dan potensi dampak asap terhadap aktivitas masyarakat maupun transportasi udara.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, pemerintah mengimbau seluruh masyarakat Kota Tomohon untuk disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *