Kebakaran Hanguskan Tempat Penyulingan Nilam di Sonder Minahasa, Kerugian Capai Rp 50 Juta

SONDER, Globalberita.com – Kebakaran melanda sebuah tempat penyulingan nilam di kompleks perkebunan Tana Tuang, Desa Kolongan Atas Dua Jaga 4, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, pada Kamis malam, 08 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 Wita.

Tempat penyulingan yang terbakar diketahui milik Jemi Oroh, warga Desa Kolongan Atas Dua Jaga 2, Kecamatan Sonder. Bangunan semi permanen berukuran 10 x 40 meter tersebut ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp 50.000.000.

Kapolsek Sonder, Iptu Endrike Sumual, S.E., saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, informasi awal diterima personil piket Polsek Sonder dari laporan masyarakat yang melihat kobaran api di area perkebunan.

“Mendapat laporan tersebut, personil piket langsung menuju ke tempat kejadian perkara. Setibanya di lokasi, api masih menyala membakar bangunan penyulingan. Personil bersama masyarakat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya,” ujar Kapolsek.

Satu unit mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 20.45 Wita dan langsung melakukan penyiraman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 21.13 Wita, sehingga tidak sempat meluas ke kompleks perkebunan milik warga lainnya di Desa Kolongan Atas Dua.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, proses penyulingan telah berlangsung sejak pukul 14.00 Wita. Saat itu pekerja penyulingan, Novi Engkol (38), menyuling sebanyak 38 karung nilam yang dimasukkan ke dalam dua tong penyulingan. Novi diketahui telah bekerja di tempat tersebut sejak Desember 2025 dan dipekerjakan oleh pemilik penyulingan.

Sekitar pukul 19.00 Wita, Novi meninggalkan lokasi untuk pulang ke rumah dan pengawasan diserahkan kepada istrinya, Marsela Tumbelaka (38), yang saat itu berada di lokasi bersama anaknya yang berusia enam tahun.

Tidak lama berselang, Marsela melihat kobaran api muncul dari samping tong penyulingan, tepatnya di lokasi tumpukan gabah nilam. Melihat kejadian tersebut, ia panik dan segera menghubungi suaminya serta pemilik penyulingan, Jemi Oroh, dan meminta pertolongan kepada warga sekitar yang melintas di lokasi kejadian.

Pemilik penyulingan, Jemi Oroh, membenarkan bahwa lokasi yang terbakar adalah miliknya. Ia mengetahui peristiwa itu setelah menerima telepon dari Marsela dan langsung menuju ke TKP.

Kapolsek Sonder Iptu Endrike Sumual menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Hingga saat ini, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari para saksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *