Emban Amanah sebagai Plt Kajati Sulut, Dr. Feri Tas Komit Terjemahkan Kepercayaan Jadi Manfaat Nyata bagi Masyarakat

DAERAH3 Dilihat

MANADO, Global Berita – Lebih dari tiga dekade bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah pengabdian. Bagi Dr. Feri Tas, S.H., M.Hum., M.Si., perjalanan panjang di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia kini membawanya pada kepercayaan baru untuk menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut).

Penugasan ini menjadi babak baru dalam kariernya, setelah sebelumnya ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Wakajati Sulut). Berdasarkan data kepegawaian Kejaksaan Agung, Feri Tas mulai menduduki posisi tersebut sejak 13 April 2026 dengan pangkat Jaksa Utama Madya, golongan IV/c.

Lahir di Bukittinggi pada 26 Februari 1969, Feri Tas memulai pengabdiannya sebagai aparatur Kejaksaan pada 1 Maret 1994. Sejak saat itu, langkah pengabdiannya membawanya ke berbagai daerah dan lingkungan kerja, mulai dari Sumatera Barat, Yogyakarta, Jakarta, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, hingga Kejaksaan Agung RI.

Selama lebih dari 30 tahun, perjalanan kariernya ditempa oleh beragam tugas strategis. Dari bidang intelijen dan pidana umum hingga tindak pidana khusus, Feri Tas berkesempatan menangani sekaligus mempelajari berbagai dinamika persoalan hukum yang dihadapi masyarakat. Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping dan Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kolaka.

Pengalamannya semakin berkembang ketika mendapat tugas sebagai Kepala Unit Pengkajian dan Evaluasi Satgas Tindak Pidana Terorisme dan Tindak Pidana Lintas Negara pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI. Tanggung jawab yang diembannya pun terus bertambah, mulai dari Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Malili, Kepala Kejaksaan Negeri Takalar, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepulauan Riau, hingga Kepala Kejaksaan Negeri Bukittinggi.

Perjalanan karier itu tidak hanya berhenti pada perkara pidana. Feri Tas juga mendalami bidang perdata dan tata usaha negara. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Sulawesi Selatan, serta Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI.

Di tengah kesibukan sebagai jaksa, dunia akademik juga menjadi bagian integral dari perjalanan hidupnya. Feri Tas menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Andalas, Magister Hukum di Universitas Gadjah Mada, serta Magister Administrasi Kebijakan Publik di Universitas Wijaya Putera Surabaya. Ia juga berhasil menyandang gelar doktoral, yang semakin mengokohkan kapasitas intelektualnya.

Pengetahuan yang diperolehnya di ruang akademik berjalan beriringan dengan pengalaman di lapangan. Feri Tas pernah menjadi dosen ilmu hukum di Universitas Muhammadiyah Kendari. Ia juga mengemban sejumlah tanggung jawab akademik di Universitas 19 November Kolaka, antara lain sebagai Dekan Fakultas Ilmu Hukum, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik, serta Ketua Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik.

Kombinasi pengalaman sebagai praktisi hukum sekaligus akademisi membuatnya kerap dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai forum. Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari terorisme, tindak pidana lintas negara, dan pencucian uang, hingga tata kelola pemerintahan, pencegahan korupsi, serta peran Jaksa Pengacara Negara dalam pembangunan. Pada 2025, misalnya, Feri Tas tercatat aktif memberikan pandangan hukum dan penguatan kapasitas lembaga pemerintah dalam sejumlah kegiatan strategis.

Pemikirannya juga dituangkan dalam sejumlah karya tulis. Beberapa buku yang telah ia hasilkan membahas penguatan fungsi jaksa, keadilan restoratif, pemulihan aset Kejaksaan, reformasi birokrasi, serta penegakan hukum penambangan ilegal dalam perspektif hukum bisnis dan pembangunan nasional.

Kini, dengan kepercayaan baru sebagai Plt Kajati Sulut, seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas di Bumi Nyiur Melambai. Ia tidak hanya membawa rekam jejak panjang sebagai jaksa, tetapi juga perspektif akademik yang matang dan pengalaman berinteraksi dengan berbagai persoalan hukum serta tata kelola pemerintahan.

Bagi Feri Tas, perjalanan karier pada akhirnya bukan sekadar rangkaian jabatan. Setiap penugasan membawa tanggung jawab dan kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

“Keberhasilan tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Dengan integritas, keteladanan, dan semangat pengabdian yang konsisten, kita terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Feri Tas, Rabu (07/10/2026).

Amanah sebagai Plt Kajati Sulut kini menjadi bagian terbaru dari perjalanan panjang tersebut. Setelah lebih dari tiga dekade melewati berbagai daerah, bidang penanganan perkara, tugas strategis, ruang akademik, dan pengabdian kemasyarakatan, Feri Tas kembali dihadapkan pada satu komitmen yang sama: bagaimana kepercayaan itu diterjemahkan menjadi kerja nyata dan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

(Hery Mokodongan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *