Polres Sangihe Rutin Laksanakan Binrohtal

SANGIHE49 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA—- Di balik seragam dan tanggung jawab menjaga keamanan masyarakat, personel Polres Kepulauan Sangihe kembali diingatkan untuk tidak melupakan kekuatan spiritual.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personel beragama Kristen yang digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Kepulauan Sangihe, Kamis (3/9/2026).

Dimulai pukul 08.45 WITA, ibadah dilaksanakan dalam bentuk Ibadah Oikumene dan dipimpin Pdt. Erlangga M. Kansil, S.Th. Firman Tuhan yang disampaikan mengacu pada Efesus 2:8-9 dengan tema “Kasih Karunia Allah.”

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para personel bahwa pengabdian tidak hanya membutuhkan kemampuan dan ketegasan dalam menjalankan tugas, tetapi juga hati yang dilandasi iman, kasih dan kerendahan hati.

Kasih karunia Allah menjadi titik tekan dalam perenungan. Para personel diajak untuk terus membangun kehidupan rohani sekaligus membawa nilai-nilai kebaikan tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Bukan tanpa alasan. Sebagai aparat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sikap, perilaku dan integritas personel menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Kasat Samapta Polres Kepulauan Sangihe, AKP N. Mirontoneng, S.E.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel yang telah mengikuti kegiatan Binrohtal.

Kegiatan ini diikuti Kabag, Kasat, Kasi, para perwira, brigadir serta ASN Polres Kepulauan Sangihe yang beragama Kristen.

Binrohtal pun tak sekadar menjadi agenda rutin. Di tengah dinamika tugas kepolisian yang menuntut ketegasan, kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menata hati, memperkuat iman dan menjaga keseimbangan antara profesionalisme dengan nilai-nilai moral.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, aman dan terkendali hingga selesai.

Seragam boleh melekat setiap hari, tetapi integritas dan ketulusan dalam mengabdi tetap harus berakar dari dalam diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *