Jatuh Dari Pohon Setinggi 13 Meter, Petani Cengkih di Batunderang Meninggal Dunia

SANGIHE54 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA— Korban diketahui bernama Tahulending Malintoi (47), warga Kampung Batunderang. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 Wita di kebun cengkih milik korban yang berada di Lindongan II Mala, Kampung Batunderang.

Seorang petani asal Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon cengkih saat memanen hasil kebunnya, Rabu (10/6/2026) pagi.

Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan oleh Selbum Hamaaling dan Poster Lohonsili. Saat kejadian, keduanya berada di rumah Selbum Hamaaling yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi korban memanen cengkih.

Selbum Hamaaling mengungkapkan, sebelum kejadian dirinya sempat melihat korban memanjat pohon cengkih untuk memetik buah. Sementara itu, ia bersama Poster Lohonsili berada di dalam rumah menonton televisi.

“Tidak lama kemudian kami mendengar suara benda jatuh di atap pondok tempat saya bekerja membuat perahu. Setelah keluar rumah, kami melihat korban sudah terjatuh dari pohon cengkih dalam posisi telungkup di tanah,” ujar Selbum.

Melihat kejadian tersebut, kedua saksi berupaya memberikan pertolongan dengan menyiramkan air ke kepala korban serta meminta bantuan warga sekitar. Namun, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pihak kepolisian menunjukkan korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan sejumlah luka lecet pada bagian wajah sebelah kanan hingga dagu, tangan kanan, dan kaki kiri. Petugas juga menemukan dahan pohon cengkih yang patah dan diduga menjadi pijakan terakhir korban sebelum terjatuh.

Istri korban, Ahusta Manumpil (53), mengatakan suaminya berangkat seorang diri ke kebun sekitar pukul 06.30 Wita untuk memetik cengkih. Sekitar satu jam kemudian, ia bersama menantunya menyusul ke kebun. Namun, di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Poster Lohonsili yang memberitahukan bahwa korban telah mengalami kecelakaan dan meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon cengkih.

Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga terjatuh dari pohon cengkih dengan ketinggian sekitar 13 meter saat sedang melakukan aktivitas panen.

Kapolsek Manganitu Selatan, IPDA Harmen R. Kontu, S.IP, M.H menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan kejadian, melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, serta melaksanakan olah TKP guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Kami juga telah menawarkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian korban,” ujar Kontu.

Namun, keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu kemudian dituangkan dalam berita acara resmi yang dibuat oleh pihak kepolisian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para petani untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas panen, terutama ketika harus memanjat pohon dengan ketinggian yang berisiko membahayakan keselamatan jiwa.