Jemmy Kumendong Desak Pemdes Prioritaskan Dana Desa untuk Cegah Stunting

MINAHASA45 Dilihat

GLOBAL BERITA, MINAHASA – Pj Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong M.Si, membuka Pertemuan Penguatan Strategi Konvergensi Penanggulangan dan Pencegahan (Rembuk) Stunting Tingkat Kabupaten Minahasa Tahun 2024, bertempat di Ruang Sidang Kantor Bupati, Senin (25/3).

Kegiatan tersebut, dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting oleh Bupati Minahasa, Ketua TP-PKK, diikuti Asisten 1, Kasdim 1302 Minahasa serta mewakili Kementerian Agama Minahasa.

Jemmy Kumendong dalam sambutannya mengatakan, Stunting merupakan masalah nasional karena menyangkut masa depan generasi muda khususnya di Minahasa.

“Bahkan persoalan stunting ini sudah ditetapkan menjadi isu prioritas nasional dalam RPJMN, dimana pada Tahun 2024 ini target penurunannya empat belas persen,” ujarnya.

Terkait hal itu, Penjabat Bupati menekankan kepada Pemerintah Desa agar memprioritaskan penggunaan Dana Desa Tahun 2024, untuk pencegahan stunting yang sebagaimana diamanatkan pemerintah pusat.

Jemmy Kumendong yang didampingi Ketua TP-PKK, Ny. Djeneke Kumendong-Onibala SH, MSA mengatakan, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap permasalahan ini, sudah dibentuk dan dilantik Tim Percepatan Penurunan Stunting, dengan demikian perlu adanya terobosan-terobosan baru dalam penurunan stunting.

“Dengan digelarnya Rembuk Stunting ini, diharapkan strategi yang tepat seperti penguatan pelayanan kesehatan dasar dan program intervensi yang terintegrasi dapat diterapkan,” pungkasnya.

Kegiatan dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kasdim 1302 Minahasa, Kadis Kominfo, Kadis PMD, Kadis Sosial, Kadis Kelautan Perikanan, Kadis PPKB, Kadis P3A, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis DukCapil juga diikuti oleh sejumlah camat se-Kabupaten Minahasa.

Diketahui, Rembuk Stunting ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi keputusan strategis Kabupaten Minahasa, dalam hal memprioritaskan alokasi sumber daya yang dikelola bagi peningkatan cakupan layanan pada intervensi gizi, memprioritaskan upaya perbaikan manajemen layanan bagi peningkatan akses rumah tangga 1.000 HPK secara simultan, serta meningkatkan efektivitas sistem manajemen data untuk menunjang keputusan alokasi program dan lokasi fokus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *