TOMOHON, GlobalBerita.com – Aroma pengawasan ketat terasa di tiga SPBU besar Kota Tomohon, Senin (8/6/2026).
Bukan razia biasa, tim gabungan Polres Tomohon, Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulut, dan Pertamina Patra Niaga turun langsung menyisir SPBU Kakaskasen, SPBU Matani, hingga SPBU Walian untuk memastikan setiap tetes BBM subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Langkah ini merupakan atensi langsung Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P. yang berkoordinasi dengan Dirreskrimsus Polda Sulut. Di lapangan, operasi dipimpin Kasat Reskrim IPTU Royke R.Y. Mantiri, S.H., M.H., didampingi Kasat Lantas IPTU Hiskya Tuejeh, S.Psi., M.H., bersama personel Tipidter Polda Sulut.
Turut hadir Sales Branch Manager II Fuel Pertamina Patra Niaga Aditya Taufiq Ramadhan dan Dispenda Sulut UPTD Tomohon. Pengamanan jalannya sidak oleh Tim URC Polres Tomohon di bawah komando Aipda Bima Pusung.
Satu per satu kendaraan yang mengantre diperiksa. Barcode QR diverifikasi, tangki dicek, sopir diajak dialog. Operator SPBU pun tak luput dari pemeriksaan SOP.
“Kami turun langsung bersama Tipidter Polda Sulut dan Polres Tomohon untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. QR Code kami cek, data kendaraan kami cocokkan, kami pastikan tidak ada tangki modifikasi. Sejauh ini, tiga SPBU di Tomohon berjalan sesuai aturan,” ujar Aditya Taufiq Ramadhan di sela kegiatan.
Kasat Reskrim IPTU Royke Mantiri menegaskan, hasil sidak kali ini cukup melegakan.
“Tidak kami temukan penyalahgunaan barcode maupun tangki modifikasi. Tapi pengawasan tidak berhenti di sini, bersama Tipidter Polda Sulut akan terus kami lakukan rutin,” tegasnya.
Di sisi lain, Sat Lantas justru menemukan pelanggaran berbeda. Sebanyak 4 unit truk terpaksa diamankan karena pengemudinya tidak mengantongi SIM.
Kasat Lantas IPTU Hiskya Tuejeh menegaskan kendaraan tersebut baru bisa keluar setelah semua surat resmi dilengkapi.
“Prinsipnya sederhana, mau jalan harus lengkap surat-surat, termasuk SIM. Ini demi keselamatan mereka juga,” ujarnya.













