Dianggap Dapat ‘Lampu Hijau’, Aktivitas PETI di Gunung Bakan Merajalela di Tengah Kebisuan Aparat

BMR11 Dilihat

BOLMONG, Global Berita – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Bakan, Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kian tak terkendali. Puluhan unit alat berat jenis ekskavator terlihat beroperasi secara masif dan terang-terangan, mengeruk lereng gunung tanpa ampun. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam warga setempat yang menilai adanya pembiaran atau “lampu hijau” dari pihak berwenang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, praktik penambangan ilegal tersebut tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Puluhan ekskavator bekerja hampir 24 jam setiap harinya, mengubah wajah alam Gunung Bakan menjadi lahan kritis yang penuh dengan lubang-lubang galian besar. Suara deru mesin yang bising terus terdengar siang hingga malam, menambah keresahan warga sekitar.

Seorang tokoh masyarakat Desa Bakan mengungkapkan kelelahan warga akibat lambannya respons aparat.

“Ini sudah makin menggila. Siang malam suara mesin ekskavator terdengar jelas. Kami sudah lelah melapor, tapi alat-alat berat itu tetap saja ada di sana. Kami minta polisi dan pemerintah daerah turun tangan sekarang juga,” keluhnya kepada wartawan, Selasa (15/07/2026).

Dampak lingkungan dari aktivitas masif ini mulai terasa nyata. Warga melaporkan terjadinya sedimentasi parah di aliran sungai sekitar lokasi tambang, yang menyebabkan air sungai berubah warna menjadi keruh kecokelatan.

Kekhawatiran terbesar warga tertuju pada objek wisata pemandian air panas alami yang berada sangat dekat dengan lokasi penambangan. Objek wisata ini merupakan sumber ekonomi utama bagi sebagian besar masyarakat Desa Bakan.

“Jika struktur tanah terus digerus, sumber mata air panas bisa tersumbat atau tercemar lumpur. Jika wisata mati, bagaimana nasib kami? Kami butuh kepastian hukum, bukan janji,” tegas seorang pelaku usaha lokal di area wisata tersebut.

Menyikapi situasi yang kian darurat ini, masyarakat mendesak Polresta Kotamobagu untuk segera bergerak. Mereka juga meminta koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan razia gabungan.

Tuntutan utama warga adalah penyitaan terhadap alat-alat berat ilegal dan penindakan hukum tegas terhadap para dalang di balik operasional PETI tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Bolmong terkait langkah konkret penertiban di lokasi tersebut. Masyarakat kini menunggu gebrakan nyata dari Aparat Penegak Hukum (APH) sebelum kerusakan lingkungan di Gunung Bakan mencapai titik irreversibel atau tidak dapat diperbaiki lagi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *