Wakili Bupati Mitra Ronald Kandoli, Asisten I M. Irwan Abdjulu Membuka Secara Resmi Rakoor POKJALUH Agama Kristen 

MITRA, Globalberita.com– Muhammad Irwan Abdjulu, SE selaku Asisten I Bidang Pemerintah Dan Kesra mewakili Bupati Kabupaten Mi nahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli. Membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Koordinasi (Rakor), Kelompok Keja Penyuluh (POKJALUH) Agama Kristen Sulawesi Utara. Bertempat di Gereja GMIM Silo Watuliney, Kecamatan Belang, Kamis 9 Juli 2026.

Adapun yang turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara (Kakanwil Kemenag Sulut) saat ini dijabat oleh Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd , Kepala Kantor Kemenag Mitra, H. Irwan Musa, SE, M.Si, Kepala Kecamatan Raymond Sumual, S.Teol, Ketua Wilayah Belang Pdt. Rio Tumbelaka, S.Th bersama seluruh peserta Rakoor.

Sambutan Bupati Mitra Ronald Kandoli, yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra M. Irwan Abdjulu, SE mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar menghadiri pertemuan rutin, melainkan membawa berkat dan energi positif bagi kerukunan di daerah ini.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Kabupaten, dan seluruh lapisan masyarakat Minahasa Tenggara, saya menyampaikan ucapan Selamat Datang kepada seluruh pimpinan instansi keagamaan dan segenap fungsional Penyuluh Agama se-Sulawesi Utara di Kabupaten Minahasa Tenggara, tepatnya di Wilayah Belang, Desa Watuliney,” ujar Bupati yang dibacakan Asisten I M.Irwan Abdjulu, SE.

Dikatakan Abdjulu, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kanwil Kemenag Sulut dan Pengurus Pokjaluh yang telah mempercayakan Kabupaten Minahasa Tenggara sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan strategis yang berskala provinsi ini.

“Penyuluh Agama adalah profesi yang sangat mulia. Saudara sekalian merupakan obor penerang di tengah-tengah masyarakat, sekaligus merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang berdiri di garda paling depan. Ketika ada regulasi atau program pemerintah terkait pembentukan karakter moral masyarakat, penyuluh agamalah yang pertama kali menerjemahkannya kepada umat melalui bahasa agama yang menyejukkan,” ungkapnya.

Dikatakanya, didalam konteks pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menyadari betul bahwa pemban gunan infrastruktur fisik, jalan, jembatan, dan gedung-gedung megah tidak akan ada artinya jika tidak diimbangi dengan pembangunan mental spiritual masyarakat. Di sinilah peran krusial Pokjaluh.

“Saudara adalah mitra strategis pemerintah untuk membentengi moralitas bangsa, khususnya para generasi muda kita, dari ancaman dekadensi moral, bahaya narkoba, judi online, serta perilaku-perilaku negatif lainnya yang merusak tatanan sosial,” ucap Abdjulu.

Lebih lanjut dikatakan Abdjulu, saat ini kita hidup di era transformasi digital yang bergerak sangat cepat. Arus informasi mengalir tanpa filter melalui media sosial. Tantangan yang dihadapi oleh para penyuluh saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Disinformasi, berita bohong (hoax), ujaran kebencian yang bernuansa SARA, hingga paham-paham radikal yang ekstrem, dengan sangat mudah menyusup ke ruang keluarga umat kita melalui gawai.

“Karena itu, melalui Rapat Koordinasi ini, saya menitipkan beberapa harapan besar kepada seluruh jajaran Pokjaluh Sulawesi Utara. Pertama, jadilah penyuluh yang adaptif dan Inovatif, penyuluh tidak boleh gagap teknologi. Manfaatkan ruang-ruang digital untuk menyebarkan konten-konten edukasi keagamaan yang kreatif, damai, dan inklusif, sehingga pesan kebaikan bisa menjangkau masyarakat luas secara efektif,” tutur Abdjulu.

Poin kedua dikatakan Abdjulu, perkuat Mode rasi beragama. Sulawesi Utara (Sulut) dikenal sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia. Predikat ini harus kita rawat bersama.

“Saya meminta kepada seluruh penyuluh untuk terus menggaungkan nilai-nilai moderasi, menghargai perbedaan, dan mengedepankan dialog demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah kita masing-masing,” harap Abdjulu.

Dirinya berpesan, tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme. Pertemuan ini harus melahirkan rumusan dan program kerja yang konkret. Tingkatkan kapasitas diri, perbanyak literasi, dan bangun sistem kerja inter-koneksi yang solid antarpenyuluh lintas agama guna mengatasi berbagai isu sosial keagamaan yang muncul di lapangan.

“Sekali lagi saya mengucapkan selamat melaksanakan Rapat Koordinasi kepada seluruh pengurus dan anggota Pokjaluh Sulawesi Utara. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati segala niat tulus dan kerja keras kita sekalian,” tutup Abdjulu. (CIA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *