Semangat Merah Putih, Pegiat Lingkungan Tomohon “Perang” Melawan Sampah

TOMOHON12 Dilihat

TOMOHON, Globalberita.com – Meneladani semangat patriotisme para pahlawan dalam Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, puluhan pegiat lingkungan di Kota Tomohon memilih cara unik untuk mengisi kemerdekaan. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, berbagai komunitas dan relawan perorangan menggelar aksi pungut sampah massal yang menyisir jalur utama kota, mulai dari ikon Menara Alfa Omega (MAO) hingga Terminal Beriman Tomohon.

​Kegiatan yang dimulai dengan doa bersama ini menjadi simbol bahwa perjuangan masa kini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengangkat sampah demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Aksi ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program “Indonesia ASRI” yang dicanangkan Presiden Prabowo, guna mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sebagai gerakan nasional.

​Di sela-sela aksi, para relawan membentangkan bendera Merah Putih di depan Menara Alfa Omega sebagai simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah wujud nyata cinta tanah air. Belasan kantong merah dan karung berisi sampah yang berhasil dihimpun menjadi bukti otentik kerja keras para pejuang lingkungan ini di lapangan.

​Hendro Lapong, Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Tomohon, menegaskan bahwa manusia sebagai makhluk mulia harus menggunakan akal dan nurani untuk mengubah pola pikir terhadap sampah. Menurutnya, sampah harus dikelola dari sumbernya agar berubah dari “kutuk” menjadi “berkat”. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah demi keberlanjutan hidup seluruh ciptaan Tuhan.

​Gerakan kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan edukasi serta pesan moral yang kuat bagi seluruh pemangku kepentingan. Harapan besarnya, warga Kota Tomohon dapat berperan aktif dan memiliki kesadaran tinggi untuk mencintai lingkungan secara konsisten. Sebab, Merah Putih bukan hanya untuk dikibarkan di tiang bendera, tetapi juga harus diwujudkan dalam aksi nyata menjaga bumi tetap asri.

​Sejumlah relawan perorangan yang terjun langsung dalam aksi ini antara lain Alfons Watulingas, Endro YM, Jofel Simon Petrus Lasut, Junifer Pontoan, Veronika Rares, Mikha Lapong, Deysi Kapoh, Lani Poluan, Hendro Lapong, Silvana Loho, Anita Sindim, Moses Lumunon, Alex Tangkuman, dan Fabian Kaligis. Aksi hebat ini turut didukung oleh berbagai organisasi dan komunitas seperti Garda Cipta Nusantara, Bank Sampah Induk Kota Tomohon (BSI Tomohon), Basudara Adat Budaya, Permesta, serta Pelsis.