TOMOHON, Globalberita.com — Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah semi permanen milik keluarga Mawikere-Palit di Kelurahan Matani Satu, Lingkungan II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, pada Jumat siang, 13 Februari 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WITA ini menyisakan kisah mencekam saat pemilik rumah harus berjuang menyelamatkan diri di tengah kobaran api yang muncul secara tiba-tiba.
Kejadian bermula ketika pemilik rumah, Leonard Mawikere (64), yang juga merupakan Wakil Kepala Lingkungan setempat, sedang tidur siang bersama istrinya di kamar lantai bawah. Leonard mengaku terbangun setelah mendengar suara gaduh seperti benda berjatuhan dari arah atap lantai dua.
Saat memeriksa keluar kamar, ia terkejut melihat bara api sudah mulai berjatuhan dari plafon rumahnya yang mulai terbakar. Dalam situasi kritis tersebut, Leonard menunjukkan aksi heroik dengan segera membangunkan dan menggendong istrinya yang sedang menderita sakit stroke untuk segera keluar menyelamatkan diri.
Begitu berhasil mencapai halaman rumah, ia berteriak meminta pertolongan warga sekitar guna membantu memadamkan api yang dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan yang sebagian besar berbahan kayu.
Warga setempat, termasuk Katrina Wowor (76) yang merupakan tetangga korban, sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya menggunakan ember berisi air sebelum bantuan profesional tiba.
Tak lama berselang, empat unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Setelah perjuangan keras, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.45 WITA.
Kapolsek Tomohon Tengah, IPTU Stenly Tawaluyan mengatakan bahwa segera setelah menerima informasi, personel kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta membantu proses pemadaman.
Pihak kepolisian juga telah melakukan langkah-langkah awal termasuk pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan penyebab pasti dari musibah kebakaran tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 150 juta karena kondisi bangunan yang semi permanen membuat api sangat cepat menghanguskan seisi rumah.







