Manado, Sulawesi Utara — Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar upacara di halaman kantor Gubernur yang dipimpin langsung oleh Yulius Selvanus Komaling. Upacara dihadiri seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) provinsi, menegaskan komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan sejak 1928.
Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan bahwa meskipun tantangan zaman terus berubah, nilai persatuan, gotong-royong dan keberagaman yang tercermin dalam Sumpah Pemuda tetap relevan dan harus diterapkan dalam pembangunan daerah. “Tantangan zaman mungkin berubah, tetapi nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda tetap menjadi fondasi utama dalam setiap upaya kita membangun daerah dan bangsa,” ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa semangat kebersamaan tak melihat latar belakang suku, agama atau status sosial — melainkan diwujudkan lewat kerja nyata, inovasi dan pengabdian bagi masyarakat Sulawesi Utara. Ia mengajak generasi muda dan seluruh ASN untuk memperkuat kolaborasi lintas generasi, agar layanan publik dan pembangunan daerah semakin maju dan berdaya saing.
Dalam upacara tersebut, juga dibacakan teks Sumpah Pemuda oleh perwakilan ASN muda, disertai paduan suara lagu perjuangan guna membangkitkan semangat nasionalisme.
Gubernur menutup amanat dengan ajakan agar momentum ini tidak sekadar ceremonial, tetapi diubah menjadi langkah konkret: memperkuat identitas daerah, memacu inovasi dan mengawal visi “Indonesia Emas 2045” — di mana Sulawesi Utara turut ambil bagian sebagai wilayah yang maju, sejahtera dan bersinergi.













