Jelang Pengucapan Syukur, Hukum Tua Reynold Maguna Ajak Masyarakat Lopana Satu Rayakan Dengan Sederhana dan Jaga Kamtibmas

DAERAH, MINSEL667 Dilihat

MINSEL, GLOBALBERITA – Warga masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan akan merayakan hajatan tahunan Pengucapan Syukur pada Hari Minggu (13/7), besok.

Pengucapan Syukur ini merupakan tradisi yang ada di Minahasa Selatan sebagai kearifan lokal yang dimaknai mensyukuri segala berkat yang dianugerahkan Tuhan bagi masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan, diaktualisasikan dalam bentuk Ibadah dan selanjutnya menjadi wadah bertemu antar keluarga serta masyarakat baik yang ada di dalam dan luar Minsel.

Hal yang sama pun berlaku juga di Desa Lopana Satu Kecamatan Amurang Timur.

Sehubungan dengan momen pengucapan syukur tersebut Hukum Tua Lopana Satu Reynold Maguna mengeluarkan himbauan sekaligus meminta atensi warga Lopana Satu dan bagi warga yang akan mengunjungi Lopana Satu.

“Sebagai Pemerintah desa yang ada di Lopana Satu saya menghimbau agar momen perayaan pengucapan syukur dilaksanakan dengan sederhana, tidak berlebihan, tanpa pesta pora dan mabuk-mabukan. Diharapkan juga masyarakat menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat),” himbau Reynold Maguna.

Hukum Tua yang dikenal dekat dengan semua kalangan masyarakat ini juga menyerukan agar tidak menyediakan minuman keras (miras) dan membawa senjata tajam (sajam) dalam bentuk apapun, pada saat perayaan pengucapan syukur.

“Masyarakat, baik di Lopana Satu maupun yang akan berkunjung atau bertamu di Lopana Satu, tidak diperbolehkan menyediakan miras dan dilarang membawa sajam. Karena ini dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kamtibmas,” tegas Reynold Maguna.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat  baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan potensi masyarakat lainnya, agar bersama-sama dengan pemerintah Desa dalam menjaga Kamtibmas saat pengucapan syukur.

“Ini diperlukan dalam rangka mendukung kamtibmas sehingga pengucapan syukur nanti akan aman dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Maguna.

Bagi para pengunjung, dirinya pun mengingatkan agar memarkirkan kendaraan di halaman rumah atau pekarangan, tidak boleh di bahu jalan sehingga tidak menimbulkan kemacetan arus lalulintas yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Marilah kita saling menjaga serta menghargai satu sama lainnya dengan tidak mengonsumsi miras untuk mencegah berbagai tindakan kriminal demi. Kita ciptakan momen pengucapan syukur ini sebagai ajang untuk menjalin kebersamaan dan kerukunan,” tutur Maguna.

“Terakhir kepada masyarakat Lopana Satu, marilah kita menjadi tuan rumah yang baik, dalam menyambut para tamu dari luar daerah yang berkunjung ke Minahasa Selatan khususnya ke Lopana Satu,” pungkas Maguna.

(DArK)