Diduga Ada Yang Tidak Beres Terkait Cara Perdamaian Atas Penganiayaan Ini Di Polsek Pulau Punjung

DHARMASRAYA103 Dilihat

Peliput : Mike

GLOBAL BERITA, DHARMASRAYA-Pada hari Minggu 02/07/2023 sekira pukul 03:00 wib terjadinya diduga korban penganiayaan secara pengeroyokan terhadap inisial (Jenius Laia) yang terjadi di sebuah tempat yang disebut (Pelayanan tamu) pada malam hari dengan lampu secara remang-remang, Yang ada v dan cewek pendatang Pun dekat jembatan pasar lama pulau punjung, kabupaten Dharmasraya, provinsi Sumatera barat.

Pada malam itu juga (02/07/2023) inisial (Toni) melalui SMS WhatsApp miliknya Nomor Telpon:
0821 6928 35 xx, mengirim ke awak Media inisial (athia), Video Rekaman yang direkam olehnya saat terjadi penganiayaan tersebut sambil menjelaskan:
Bagaimana ini Pak hia, orang kita Nias dipukuli Secara di keroyok di Kafe di pulau punjung, Ujarnya malam itu.

Pagi harinya (Minggu), inisial (Toni) kembali menyampaikan kepada awak media inisial (athia):
Bagaimana ini Pak hia, masalah ini mau tidak mau lagi sudah kami terima saja perdamaian nya, Yah bagaimana lagi tidak kami terima karena sesampai nya Kami di Ruang Polsek pulau Punjung Sempat di Rusak hapeku dan semua dokumen di hp-ku, Pokok nya Saat di Pulangkan kepadaku hp-ku oleh Salah Satu Oknum Polisi itu Saya lihat hp-ku Sudah Hilang semua dokumen yang ada di hp-ku bahkan nomor-nomor telepon Pun ikut hilang semua.
ujar pemilik hp inisial Toni.

Sekira pukul 03:00 wib Jelang Subuh karna ada keributan di Sebuah Ruangan karaokean tersebut, Sempat Saya videokan Saat Terlihat dikeroyok (Jenius Laia) ini dan setelah siap saya kirim ke Pak (athia) video itu, langsung Pergi Saya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian Polsek pulau punjung sambil saya tunjukkan ke pihak kepolisian rekaman video melalui HP saya, dan dua (2) Oknum Polisi langsung bersama kami ke TKP malam itu juga, ungkap (Toni) kepada awak media ini melalui telepon selulernya.

“Pihak yang ku laporkan pun yang diduga pelaku penganiayaan secara pengeroyokan terhadap jenius Laia, mereka pun melapor juga, sama-sama kami melapor” ujar Toni, Pada Pagi minggu.

“Setelah kutunjukkan video kejadian ke dua oknum polisi dan kami sama-sama turun ke TKP, di sebuah rumah dekat TKP ada yang diduga korban penganiayaan Secara pengeroyokan dan pergi kami bersama-sama ke Polsek pulau punjung, kab Dharmasraya. Jelasnya Toni.

“Sesampainya kami bersama-sama di ruang sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsek pulau punjung,
Di situ pun ada salah satu di antara nya pihak di duga pelaku inisial (Deni) beliau juga melapor dan Saat itu beliau mengambil hp-ku Yang ada dokumen kejadian ini, Sesiap di tonton nya video kejadian tersebut dan saat dipulangkan nya terlihat sudah rusak hp-ku entah diapainya,
Jelasnya Toni.

“Sesiap di tonton nya dari hp-ku, ada salah seorang oknum Polisi yang gemuk itu Rambutnya pirang, baju nya yang Tertulis SABHARA pada photonya Saat Perdamaian itu Pada Saat itu, Beliau memanggil (Deni) di samping ruangan Polsek.

Sambungnya, Karena hp ku Sudah Rusak saya datangi lagi beliau di tempat mereka ngobrol bersama Oknum polisi tersebut, kuceritakan tentang kejadian pada hp-ku dan oknum polisi itu mengambil hp-ku pada saat itu sekira pukul 04:00 wib dan Pagi hari nya Minggu sekitar pukul 07:00 wib Saat dipulangkan oleh oknum polisi itu terlihat hp-ku sudah hilang semua dokumen yang ada bahkan seluruh nomor telepon dalam hp-ku tersebut hilang semua”kesalnya Toni.

“Gegara HP saya rusak akan itu ragu lagi meneruskan laporan tersebut sehingga kami pun tinggal iya-iya saja lagi, sedangkan surat perdamaian itu pun tidak ada dibacakan kepada kami, kami pun disuruh oknum polisi untuk menandatangani surat perdamaian tersebut dan sudah kami lakukan, pihak kami pun pada saat itu tidak ada yang tau siapa yang terlapor dan pelapor, adapun yang dikatakan dibayar 200ribu kepada (jenius Laia) karena bajunya koyak-koyak saat kejadian, itupun belum jadi diberikan uang yang 200 ribu itu kepadanya” pungkasnya Toni.

Awak media inisial (athia) Senin 03/07/2023 mengkonfirmasi kepada (jenius Laia) melalui No tlp pribadinya:
0853118850**, jawab nya tidak tahu Pun siapa yang terlapor dan pelapor, yang jelas saya dikeroyok mereka pada malam Minggu itu (02/07/2023) sekira pukul 03:00 wib, banyak kenak tumbuk badanku mukaku Sampai bengkak, sambil mengirim photo nya kepada awak media ini sebagai bukti.

“Saya tidak kenal nama mereka, mungkin teman saya inisial (JK) yang tau coba saja tanya ke beliau, sedangkan ganti bajuku saja yang koyak-koyak saat kejadian itu, katanya mau di bayarkan tapi belum ada jadi dikasih, jangankan uang berobat saya”
Sedihnya jenius Laia.

Awak media inisial (athia) kembali lagi mengkonfirmasi kepada inisial (JK) Selasa 04/07/2023
Melalui SMS WhatsApp miliknya:
0838654921**, beliau membenarkan kejadian tersebut sambil menjelaskan nama-nama diduga pelaku:
Deni, Rados, Eko.
Dan dirinya pun tidak tau jelas siapa terlapor atau pelapor melalui surat perdamaian saat di ruang Polsek pulau punjung malam itu,
Ujar nya (Jk).

Awak media inisial (athia) Senin 03/07/2023 mengkonfirmasi tentang kejadian ini kepada Kapolsek (SPKT) Polsek pulau punjung inisial (iin C) melalui SMS WhatsApp miliknya:
0853757680**, jawab Singkat-nya, bapak ke kantor saja nanti.
Pungkasnya.

Awak media inisial (athia) Senin 03/07/2023 juga mengkonfirmasi ke Wakapolsek pulau Punjung inisial (Khaidir) melalui SMS WhatsApp miliknya: 0852638017**, jawabnya sudah aman rekan-rekan, sambil mengirim bukti link berita terkait perdamaian kejadian tersebut dan Karna terlihat oleh awak media, Yang terlapor (Jenius laia) dan pelapor (Deni), akan itu awak media sambil izin bertanya apakah yakin Pak Wakapolsek bahwa sudah sesuai dengan peristiwa kejadian tentang perdamaian ini.?
Dan sampai tertayang pemberitaan ini belum dapat terjawab oleh Pak wakapolsek.

Bersambung.
Penulis. athia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *