Tiang JPO DTC Wonokromo Berpotensi Timbulkan Kecelakaan, Wali Kota Eri Bakal Evaluasi

SURABAYA116 Dilihat

Peliput : Redho

GLOBAL BERITA, SURABAYA– Tiang penyangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo Surabaya yang menopang bagian tengah dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Sebelumnya, kecelakaan tunggal terjadi pada Mobil Toyota Avanza bernopol W 1855 PI saat hendak menghindari mobil yang ada didepannya, tetapi pengemudi tidak menyadari ada tiang JPO di depan dan akhirnya menabrak, Minggu (11/6/2023) pagi.

Akibatnya, satu orang tewas karena kecelakaan itu. Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa tiang penyangga JPO DTC Wonokromo itu sudah ada sejak tahun 2019, dan tiang tersebut berada di tratoar. Namun, karena perluasan atau pelebaran jalan ke arah Jembatan Sawunggaling, tiang penyangga JPO itu berada di tengah jalan.

“Jadi tiang itu udah berdiri sejak tahun 2019, kejadian baru skarang. Itu tidak bisa dilihat dari 1 sisi, apakah memang supirnya ngantuk, atau karena lokasi tiang tersebut,” kata Eri, Senin (12/6/2023).

Eri mengatakan bahwa untuk pemasangan tiang penyangga JPO
DTC Wonokromo, Pemkot Surabaya telah malakukan evaluasi.

“Sebenarnya itu kan udah dilakukan evaluasi waktu sebelum mendirikan rambu. Sudah dilakukan survei titik, tapi namanya musibah ya. Jadi kita akan lakukan evaluasi kembali terkait dengan titiknya,” ujarnya

Tapi titiknya kaki (tiang JPO) pasti disitu. jadi apa, mungkin dikasih pengaman,” sambungnya.

Meski begitu, Eri menyampaikan Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian bakal melakukan evaluasi lagi.

“Nanti kita lakukan kajian bersama kepolisian dan semuanya. Apa yg perlu ditambahkan apakah perlu pengamanan lagi. Sehingga nanti akan ada kesempurnaan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemasangan plakat berwarna biru (tanda lalu lintas).

“Cuman mungkin gak kelihatan. Tapi dari kjaadian ini kita bisa belajar lagi apa yang perlu diberikan kesempurnaan sehingga tidak membahayakan,” pungkasnya.
Diketahui, pantuan awak media, usai kecelakaan itu terjadi tiang penyangka JPO DTC Wonokromo sudah dipasang barier guna menghindari kejadian kecelakaan yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *