Tomohon, GlobalBerita.com – Sales Branch Manager II Fuel Pertamina, Aditya Taufiq Ramadhan, menegaskan setiap SPBU wajib memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai prosedur. Hal itu ia sampaikan usai Sidak tiga SPBU di Kota Tomohon.
“SPBU ini selalu kita pastikan bahwa penyaluran BBM bersubsidi itu sesuai prosedur. Yang pertama, CCTV-nya harus selalu aktif, dan juga melakukan pengecekan barcode dari kendaraan,” ujar Aditya.
Ia menjelaskan, SPBU harus melakukan pengecekan apakah alat pembayaran yang muncul di EDC sesuai dengan nomor polisi serta fisik kendaraan yang mengisi bahan bakar.
Lebih lanjut, Aditya menambahkan, apabila ditemukan adanya pelanggaran, Pertamina secara rutin melakukan pengecekan transaksi melalui database atau dashboard internal, dengan membandingkan rekaman CCTV dan data transaksi riil.
“Ketika ada pelanggaran, kita rutin melakukan pengecekan transaksi dari database atau dashboard yang Pertamina punya, jadi ketika kita melakukan pengecekan antara CCTV dan transaksi riil,” jelasnya.
Pertamina juga tidak segan memberikan peringatan hingga pembinaan kepada SPBU, bahkan sampai pada pemberhentian sementara dalam penyaluran BBM bagi yang terbukti melanggar. Pertamina juga mendapat dukungan dari BPH Migas yang beberapa kali melakukan uji petik pengecekan kesesuaian barcode.
Ditanya soal hasil sidak kali ini, Aditya menyatakan untuk sementara belum menemukan adanya indikasi pelanggaran dari sisi Pertamina.
“Untuk hasil sidak tadi, dari Pertamina sendiri belum menemukan adanya pelanggaran. Pengecekan kesesuaian barcode untuk sementara belum ada indikasi pelanggaran,” tutupnya.







