MITRA, Globalberita.com-Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli, selaku juga Ketua Umum Panitia PKPG tahun 20226, membuka secara resmi kegiatan Perkemahan Karya Pemuda GMIM (PKPG) 2026. Bertempat di bumi Perkemahan Senayan Lobu, Kecamatan Touluaan (Wilayah Tombatu Barat), Senin 29 Juni 2026.

Adapun yang turut hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulut Drs. Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si, Ketua Komisi Pemuda Sinode Gmim Pnt. Rio Dondokambey, B.Sc, M,Si, Asisten Teritorial Kasdam 13 Merdeka Kolonel Infanteri Daniel Lalawi, Kasubdit Siber Polda SulutnAKBP Edwin Humokor, SH, MH, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara Ibu Sophia Antou, SE, Kapolres Minahasa Tenggara AKBP Handoko Sanjaya, S.IK, M,Han, Wakil Bupati Minahasa Tenggara Pnt. Fredy Tuda bersama Wakil Ketua TP PKK Ibu Sandra Tuda Kindangen,S.Th, M.Pd, Wakil Bupati Minahasa Utara Bpk. Kevin Lotulong, SH, MH, Bupati Minahasa Selatan yang diwakili Asisten Administrasi Umum. Bpk. Arthur Tumipa, M.Ed, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara Bpk. David H,Lalandos, AP, MM, bersama Ketua DWP Minahasa Tenggara, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.
Didalam sambutan Bupati Ronald Kandoli menuturkan, kita menyadari Perkemahan Karya Pemuda GMIM adalah agenda Akbar yang dilaksanakan setiap tahun oleh Komisi Kepelayanan Pemuda Sinode GMIM.
“Kehadiran para adik-adik sakalian dari pelosok Wilayah Kepelayanan GMIM bukan sekedar memenuhi undangan Panitia. Melainkan sebuah manifestasi dan kerinduan batin untuk bersekutu, bersaksi dan melayani di bawah tenda-tenda iman,” ujar Bupati
Bupati Ronald Kandoli dalam kesempatan tersebut menegaskan, PKPG tahun 2026 ini, jangan sampai terjebak menjadi sebuah rutinitas seremonial belaka. Tempat ini bukan sekedar area rekreasi, atau ajang berkumpul tampak makna.
“Di bumi perkemahan ini, kita sedang mendirikan laboratorium peradaban, sebuah kawacandra di muka untuk menguji, menempa, dan membentuk kwalitas diri generasi muda Gereja,” ungkap Bupati.
Dijelaskan lebih lanjut Bupati, kata karya dalam PKPG mengandung konsekuensi logis. Artinya, setelah keluar dari bumi perkemahan ini. Harus ada buah-buah nyata, pemikiran konstruktif dan tindakan lain yang dampak dari pemuda GMIM.
“Saya pada kesempatan ini menitipkan, pesan strategis untuk di hayati dan di implementasikan. Pertama, marilah kita menjaga kekudusan perkemahan dan serol toleransi minuman keras,” ajak Bupati.
Dikatakan Bupati, bumi perkemahan ini kita dedikasikan untuk pertumbuhan rohani. Karena itu, dirinya telah menginstruksikan dengan tegas kepada seluruh panitia, komisi pelayanan dan aparat keamanan untuk memberlakukan sonasi bersih dan bebas alkohol.
“Kemarin juga, saya sudah sampaikan kepada para camat dan Hukum Tua yang ada. Jangan ada yang jual minuman beralkohol,” tegas Bupati.
Bupati mengajak, mati kita jadikan setiap tenda sebagai altar doa, ruang diskusi yang sehat dimana Tuhan Jesus dipermuliakan melalui puji-pujian.
“Kedua, mari kita jadi agen inovasi dan penggerak ekonomi kreatif. Pemuda GMIM harus menjadi pemuda mandiri secara ekonomi, manfaatkan setiap materi pelatihan, kelas kepemimpinan dan ruang seminar yang telah disediakan. Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara membuka lebar-lebar bagi kader muda yang siap bersinergi membangun sektor perekonomian,” tutup Bupati.(CIA)







