TOMOHON, Globalberita.com – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat mengawal akselerasi peningkatan mutu dan pemerataan infrastruktur pendidikan di daerah. Kepala BPMP Sulut, Febry H.J. Dien, M.Inf.Tech(Man), bersama tim turun langsung ke lapangan untuk meninjau kesiapan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Kota Tomohon.
Kunjungan tersebut difokuskan pada kesiapan fisik enam sekolah penerima manfaat yang mendapat suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total nilai Rp4.041.082.541. Proyek strategis nasional ini merupakan implementasi langsung dari amanat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang masuk dalam program hasil terbaik cepat pemerintah pusat. Febry menegaskan penetapan sekolah penerima Revitalisasi Satuan Pendidikan ini dilakukan secara objektif, berdasarkan potret kerusakan riil yang tercatat di aplikasi Dapodik.
“Pembenahan sarana dan prasarana ini memegang peranan krusial dalam menciptakan ekosistem belajar yang ideal bagi generasi penerus. Seluruh fasilitas harus memenuhi standar kelayakan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sepenuhnya berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran anak-anak,” ujar Febry.
Di wilayah Kecamatan Tomohon Utara, terdapat tiga satuan pendidikan penerima. SD Inpres Tinoor menerima alokasi sebesar Rp895.674.804 untuk rehabilitasi total enam ruang kelas yang mencakup perbaikan atap, dinding, lantai, serta pengadaan mebel baru, ditambah pembenahan satu paket toilet siswa. TK GMIM Maranatha Kinilow mendapatkan kucuran dana Rp248.392.000 untuk pembangunan satu ruang kelas baru beserta perabotan lengkap, rehabilitasi satu ruang toilet, dan pengadaan satu unit fasilitas sanitasi baru. Sementara SD GMIM 163 Kayawu memperoleh bantuan Rp830.845.409 yang dialokasikan untuk rehabilitasi enam ruang kelas dan modernisasi perlengkapan satu ruang administrasi.
Bergeser ke Kecamatan Tomohon Barat, TK GMIM Siloam Taratara mengantongi anggaran Rp217.844.000 untuk pembangunan satu ruang kelas baru yang representatif, perbaikan satu ruang toilet rusak sedang, serta pengadaan satu unit sarana sanitasi higienis.
Untuk wilayah Kecamatan Tomohon Selatan, SD Inpres Tumatangtang menjadi penerima dengan alokasi terbesar, yakni Rp1.061.250.244. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi empat ruang kelas, dua paket toilet, satu ruang perpustakaan, serta satu ruang UKS guna menjamin kesehatan siswa.
Terakhir di Kecamatan Tomohon Timur, SD GMIM Kumelembuai mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp787.076.084 yang diarahkan pada peningkatan fasilitas lima ruang kelas dan rehabilitasi dua ruang administrasi kantor sekolah.
Guna memastikan proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan bernilai miliaran rupiah ini berjalan transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi, Febry Dien secara khusus mengajak partisipasi aktif dari elemen masyarakat dan orang tua murid. Ia menilai pendekatan partisipatif akan melahirkan rasa memiliki yang kuat terhadap fasilitas publik.
“Kami sangat mengimbau masyarakat sekitar, terutama para orang tua murid yang memiliki keahlian di bidang konstruksi, untuk bersama-sama mengawal dan terlibat langsung dalam proses pembangunan ini. Kolaborasi dan pengawasan dari bawah adalah kunci utama agar proyek berjalan optimal dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah,” pungkasnya.







