Naas Saat Memetik Cengkih, Petani 63 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

SANGIHE61 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA— Seorang petani bernama Nahare Manoppo (63), warga Kampung Talengen, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, ditemukan meninggal dunia di kebun cengkih miliknya, Selasa (2/6/2026) malam.

Korban ditemukan sekitar pukul 21.30 WITA oleh menantunya, Alkefin Mawali (25), setelah sebelumnya dilaporkan belum kembali ke rumah sejak berangkat ke kebun pada pagi hari.

Berdasarkan keterangan keluarga, sekitar pukul 10.00 WITA korban pergi ke kebun yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumahnya untuk memetik buah cengkih. Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung pulang.Istri korban, Yuni Mahare (56), sempat melakukan pencarian ke kebun sekitar pukul 18.00 WITA.

Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah Alkefin Mawali pulang dari memetik cengkih di Kampung Utorano sekitar pukul 20.30 WITA, keluarga kembali melakukan pencarian.

Sekitar satu jam kemudian, korban ditemukan tergeletak di bawah pohon cengkih dengan kondisi tidak bergerak dan tubuh mulai kaku. Pohon cengkih yang berada di lokasi penemuan diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 25 meter.

Keluarga bersama warga setempat kemudian mengevakuasi korban dari lokasi kejadian dan membawanya ke rumah sebelum melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah kampung dan pihak kepolisian.

Kapolsek Tabukan Tengah, IPDA Jefri Mandagi, mengatakan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan Kepala Puskesmas Kuma, dr. Febrianty Matheos, menemukan sejumlah luka lecet pada tangan, paha, bibir, dan kaki korban, serta memar pada bagian punggung. Petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi lain yang mengarah pada tindak pidana.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal sekitar 6,5 jam sebelum ditemukan. Penyebab kematian sementara dinyatakan akibat henti napas,” ujar Mandagi.

Pihak kepolisian menduga korban meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon cengkih saat melakukan aktivitas panen. Dugaan tersebut diperkuat oleh posisi korban yang ditemukan tepat di bawah pohon yang dipanjatnya.

Selain kemungkinan mengalami benturan keras akibat terjatuh, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit asma serta faktor usia yang sudah lanjut.

Dalam penanganan kasus ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, membawa korban ke Puskesmas Kuma untuk pemeriksaan medis, serta membuat berita acara penolakan autopsi atas permintaan keluarga.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.