DPD Desa Bersatu dan DPD ABPEDNAS Sulut Bersama Dekan FISIP Unsrat Serta Kadis PMD Gelar Rapat Penyusunan Modul Pembekalan Diklat/Bimtek Untuk Peningkatan Kapasitas BPD dan Pemerintahan Desa

DAERAH49 Dilihat

MANADO, GLOBALBERITA – Pemerintah desa dan BPD adalah lembaga pemerintah yang menjadi ujung tombak dalam penyelenggaraan otonomi daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menyadari itu, DPD Desa Bersatu dan DPD ABPEDNAS Sulut berkeinginan meningkatkan kapasitas BPD dan pemerintahan serta pemberdayaan desa. Agenda yang disiapkan itu berupa penyusunan modul peningkatan/diklat/bimtek.

Untuk memantapkan hal tersebut DPD Desa Bersatu dan DPD ABPEDNAS Sulut bersama Kadis PMD Sulut dan Dekan FISIP Unsrat mengggelar rapat Penyusunan Modul Pembekalan/Diklat/Bimtek untuk pengembangan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas PMD Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (29/5).

Ketua DPD ABPEDNAS Sulut yang juga Ketua DPD Desa Bersatu Sulut Stefanus BAN Liow bersama Kadis PMD Sulut Novita Lumintang dan Dekan FISIP Unsrat Manado Dr. Daud Ferry Liando memimpin langsung rapat tersebut.

“Kami menggelar rapat ini untuk membahas serta mendiskusikan peningkatan kapasitas BPD dan pemerintahan serta pemberdayaan masyarakat dalam wujud penyusunan modul pembekalan/diklat/bimtek. Kami melibatkan Kadis PMD Sulut serta Dekan FISIP Unsrat membahas hal tersebut,” ujar Ketua DPD ABPEDNAS dan Ketua Desa Bersatu Sulut Stefanus BAN Liow.

Dalam rapat tersebut hadir Akademisi Unsrat Manado diantaranya Staf Khusus Gubernur Sulut Dr. Magdalena Wulur, Prof. Stefanus Sampe, PhD dan Dr. Welly Waworundeng.

Sekretaris DPD ABPEDNAS Sulut Jakried Kanselir Maluenseng menjelaskan dalam rapat tersebut disepakati akan ditentukan materi dan narasumbernya, dimana diagendakan mulai bulan Juni 2026 digelar pembekalan bagi BPD, Kepala Desa dan Sekretaris Desa dengan mengharapkan difasilitasi oleh Bupati/Walikota Kota Kotamobagu dan bermitra strategis dengan pihak kejaksaan untuk mewujudkan program Jaga Desa.

Aktif juga dalam diskusi yang berlangsung sekedar tiga jam yakni Sonny Pondalos, Denal Bataria, Justin Mangimbulude, Selfran Wungow, Jones Oroh dan Instruktur Diklat/Bimtek Sertifikasi dari Kemendagri.

(DArK)