SANGIHE, GLOBALBERITA— Polres Kepulauan Sangihe melakukan sidak di lokasi tambang Entana Mahamu Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah dan sekitarnya.
Sidak ini dilakukan menyusul laporan bahwa di lokasi tersebut hadir Warga Negara Asing (WNA) yang ramai di media sosial. Operasi yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Steffy S. Sumolang, SH, MH berlangsung Selasa 19 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh personel reskrim.
Saat tiba di lokasi, personel Satreskrim Polres Sangihe langsung melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas penambangan liar. Dari hasil penyisiran, tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan oleh warga dengan menggunakan ekskavator dan juga keberadaan WNA tidak ditemui seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik, SH, SIK, MAP melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sangihe, IPTU Steffy S. Sumolang , SH, MH menjelaskan bahwa dirinya bersama Tim akan tetap memantau kegiatan di lokasi tersebut.
“Sejak kemarin saya dan tim sudah turun langsung ke lokasi bowone dan disana tidak ada aktivitas menambang ataupun wna seperti yang ramai dibicarakan di media sosial. Namun, kami akan tetap memantau dan menghentikan jika ada kegiatan menambang,” tutur Sumolang, Rabu (20/5/2026).
Lebih lanjut, dirinya mengatakan memang masih terdapat beberapa alat berat berupa exavator di lokasi bowone namun saat ini sudah tidak beroperasi. Komitmen Polres Kepulauan Sangihe dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal terus dijalankan tanpa tebang pilih.
Perlunya kerja sama antara polisi dan masyarakat untuk menuntaskan masalah ini yang ramai dibicarakan di media sosial, Polres Kepulauan Sangihe mengajak warga untuk dapat memberikan informasi yang akurat terhadap hal ini, sehingga pihaknya dapat bergerak cepat menyikapi hal tersebut.






