Aktivitas Vulkanik Meningkat, Status Gunung Api Awu Jadi Siaga

SANGIHE55 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA—Aktivitas vulkanik Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan resmi MAGMA Indonesia milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Awu dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 13.00 WITA.

Gunung Awu yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe itu memiliki posisi geografis pada koordinat 3,682846° LU dan 125,45598° BT dengan ketinggian 1.320 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan pengamatan periode 12.00–18.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan dengan angin lemah ke arah barat. Suhu udara berkisar 22–30 derajat Celsius dengan kelembaban 64–80 persen.

Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Sementara itu, asap kawah belum teramati.

Dari sisi kegempaan, petugas mencatat terjadi 28 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 6–48 mm dan durasi 8–15 detik. Selain itu, terjadi 2 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 14–32 mm serta 4 kali gempa tektonik jauh.

Peningkatan aktivitas kegempaan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya tekanan magma di bawah permukaan Gunung Awu. Dalam laporan visual lainnya disebutkan bahwa sejak pukul 13.00 WITA, status Gunung Awu resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Masyarakat di sekitar Gunung Awu diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

“Dengan adanya kenaikan status Gunung Awu menjadi Siaga, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah,” ujar Labesi.

Ia juga meminta para camat untuk aktif memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di empat kecamatan yang berada di sekitar kawasan Gunung Awu.

Menurut Labesi, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan kampung terus dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi peningkatan aktivitas vulkanik.

“Masyarakat jangan cepat panik dan tetap menunggu arahan resmi dari pemerintah kampung, kelurahan, maupun kecamatan yang terkoordinasi bersama pemerintah daerah,” katanya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Awu dan mengimbau warga untuk mengikuti seluruh rekomendasi dari PVMBG demi keselamatan bersama.