MITRA, Globalberita.com-Resmi Sammy Pongilatan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Assosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS). Disaat pertemuan DPD ABPEDNAS Provinsi Sulut dengan DPC ABPEDNAS serta BPD seluruh Kabupaten Mitra, bertempat di Legislatif Soekarno Hall, Rabu 6 Mei 2026.

Adapun yang turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H, Asisten Intelijen Kejati Sulut Ery Yudianto, S.H. Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Sulut Ir. Stevanus B.A.N. Liow, M.A.P, Bupati Mitra Ronald Kandoli, Wakil Bupati Mitra Fredy Tuda, Ketua DPRD Kabupaten Mitra Sophia Antou, S.E., Wakil Ketua DPRD Mitra Tonny H Lasut, ST, Wakil Ketua DPRD Mitra Katrien Mokodaser Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Minsel-Mitra Albertus Roni Santoso, S.H., M.H., Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K., M.Han, Dandim 1301 Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso, Sekda Mitra David H. Lalandos, AP., M.M., beserta Para Asisten, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator di lingkup Pemerintah Kabupaten Mitra, Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Mitra Sammy Pongilatan beserta seluruh jajaran, Para Kepala Perangkat Daerah, para Camat, para Hukum Tua, seluruh Anggota BPD se-Kabupaten Mitra.

Bupati Mitra Ronald Kandoli dalam sambutan mengatakan, Kabupaten Minahasa Tenggara saat ini berada pada momentum strategis pembangunan daerah, yang difokuskan pada penguatan fondasi tata kelola pemerintahan, percepatan pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, energi, serta ekonomi kreatif yang terus bertumbuh. Didukung masyarakat yang produktif, kondisi sosial yang aman dan kondusif, serta semangat gotong royong yang tetap terjaga, daerah ini memiliki modal kuat untuk terus bergerak maju,” ujar Bupati.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberikan otonomi yang besar bagi desa untuk mengelola rumah tangganya sendiri. Namun, otonomi tanpa pengawasan adalah anarki, dan pengawasan tanpa dasar hukum adalah kesewenang-wenangan.
“Di sinilah peran sentral Bapak dan Ibu sekalian sebagai anggota BPD. BPD bukanlah sekadar pajangan struktural dalam pemerintahan desa. BPD adalah mitra sejajar Hukum Tua. Ibarat sebuah kapal, Hukum Tua adalah nahkodanya, dan BPD adalah kompas serta penjaga arahnya. Tanpa sinergi yang harmonis, kapal pembangunan desa kita akan karam diterjang badai tata kelola yang buruk,” pungkas Bupati.
Dikatakan Bupati, karena itu, hadirnya ABPEDNAS sebagai wadah profesi memiliki urgensi yang sangat tinggi. Saya, selaku Ketua Dewan Pembina, memandang ABPEDNAS sebagai laboratorium intelektual bagi anggota BPD.
“Di wadah inilah Bapak dan Ibu harus menempa diri, memperdalam pemahaman regulasi, dan memperkuat posisi tawar demi kepentingan rakyat desa. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan lima pesan pokok sebagai garis kebijakan kita ke depan,” ucap Bupati.
Adapun ke lima pesan Bupati Ronald Kandoli pertama, Transformasi Fungsi Pengawasan yang Konstruktif, Penguatan Kapasitas Regulasi dan Literasi Hukum, Mendorong Pendapatan Asli Desa (PADes), Menjaga Stabilitas Politik Desa, Sinergi dengan Program Pemerintah Kabupaten.
“Saya meminta BPD tidak hanya hadir saat pencairan dana desa atau saat pertanggungjawaban akhir tahun saja. Pengawasan harus dimulai dari tahap perencanaan di Musyawarah Desa (Musdes). Pastikan usulan masyarakat di tingkat jaga/lingkungan benar-benar terakomodasi. Jangan biarkan pembangunan di desa hanya berdasarkan keinginan Hukum Tua, tapi harus berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat,” tutur Bupati.
Kesempatan tersebut juga, dalam sambutan Ketua DPRD ABPEDNAS Provinsi Sulut Ir. Stevanus B.A.N. Liow, M.A.P menuturkan, BPD sebagai pengawas pembangunan yang ada di desa.
“Karena itu, saya memintakan kepada seluruh BPD yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara bersama dengan Hukum Tua. Terus berjalan dengan hasil secara mufakat, serta selalu terus berkoordinasi baik BPD dan Hukum Tua. Demi kesejahteraan warga masyarakat yang ada di Desa,” ucap Liow.
Adapun sambutan dibawakan Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Mitra Sammy Pongilatan mengatakan, mengucap syukur kepada Tuhan Jesus Kristus, atas pertolongan dan cinta kasihNya kegiatan pertemuan bersama DPD ABPEDNAS Provinsi Sulut dengan DPC ABPEDNAS serta BPD seluruh Kabupaten Mitra boleh bisa berjalan dengan baik.
“Saya atas nama pribadi bersama seluruh struktural DPC ABPEDNAS Mitra mengucapkan, terima kasih atas kehadiran semua pihak dalam pertemuan ini. Kiranya lewat pertemuan ini DPC ABPEDNAS di Mitra terus berkarya demi Kabupaten Mitra yang kita cintai,” tutup singkat Pongilatan. (CIA)







