Manado, Global Berita. Com- Perjuangan Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara Richardno Tatuil agar PT MSM/TTN segera membuka akses jalan miliknya, mendapat respon positif dari pihak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas.
Diketahui sebelumnya Richradno Tatuil bersama Herman Papia mendatagi RDP Komisi III dan mendesak agar wakil rakyat Sulut turun lapangan melihat kondisi jalan Likupang-Girian yang mengalami penurunan akibat adanya kegiatan pertambangan dari PT MSM/TTN.
Bagi Richradno Tatuil keselamatan dan kepentingan rakyat Likupang raya adalah harga mati diperjuangakan, termasuk akses jalan Likupang-Girian yang dinilai tidak layak untuk keselamatan pengunana jalan.
“Kami selaku Anggota DPRD Minut yang adalah perwakilan masyarakat sangat menyesalkan, karena ini berkaitan dengan tanggungjawab BPJN. BPJN harus bertanggungjawab penuh atas kerusakan jalan yang terjadi di wilayah Pinasungkulan sekarang ini,” ucap Anggota F-PG dari Dapil III (Likupang Barat, Likupang Timur dan Wori).
Menurutnya, dirinya ingin memastikan keselamatan dari pengguna jalan saat melewati jalan yang rusak akibat terjadi penurunan, harus diperhatikan oleh BPJN Sulut dan PT MSM/TTN.
Richradno Tatuil menyataka, apabila kondisi jalan rusak ini tidak di perhatikan oleh BPJN Sulut, maka pihaknya akan menentukan langkah selanjutnya, karena tentunya patut dipertanyakan ada apa antara pejabat di BPJN Sulut dengan PT MSM/TTN.
“Karena kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ini (kerusakan jalan), namun tidak pernah diindahkan oleh BPJN Sulut, bahkan dari pihak PT MSM/TTN,”jelas Richradno Tatuil.
Hal kecewa juga datang dari tokoh masyarakat Minut Herman Papia yang menyesalkan sikap dari pejabat BPJN Sulut yang membiarkan kerusakan jalan nasional yang ada di ruas Likupang-Girian tepatnya di wilayah Pinasungkulan.
“BPJN selama ini diam. Dia punya tugas adalah membangun jalan, menjaga, merawat, memperbaiki jalan nasional apabila terjadi kerusakan. Jalan sudah jadi begini, mereka diam!,” sembur mantan anggota DPRD Minut.
Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Sulut Berty Kapojos mengatakan, pihaknya memperhatikan aspirasi masyarakat dan segera turun lapangan untuk melihat kondisi jalan yang ada.
Berty Kapojos menjelaskan, dengan terjadi longsor di jalan nasional ini, maka telah ada kesepakatan antara BPJN Sulut dengan PT MSM/TTN, untuk tukar guling jalan milik dari perusahaan pertambangan emas.
“Muat saja, kami Komisi III sangat serius dengan persoalan jalan ini. Dan Komisi III sangat kecewa dengan ketidakhadiran dari BPJN Sulut,”jelas politisi PDIP.
Berty Kapojos juga menjelaskan, PT MSM telah menyetujui untuk membuka akses jalan yang dibangun oleh perusahaan untuk dipakai pengguna jalan.
Menariknya, Yustinus Harry Setiawan, External, Sustainability and Security Group Head PT MSM mengatakan, ada permintaan dari masyarakat pengguna jalan dikarenakan kondisi jalan nasional sudah berbahaya, maka mereka dapat menggunakan jalan yang baru milik perusahaan. Namun sampai saat ini belum bisa dihibahkan, karena masalah administrasi.
“Kami sudah menjawab, bahwa jalan tersebut boleh digunakan dengan alasan bahwa keselamatan itu lebih penting daripada segalanya,” jelas Yustinus Harry Setiawan. (JoTam)













