RDP Komisi III Bahas Kerusakan Jalan Lingkar Tambang Likupang-Girian, Richardno Tatuil Cs : BPJN Dan PT MSM Saling Lempar Tanggungjawab

Manado, Global Berita. Com- Komisi III DPRD Provinsi Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), membahas polemik kerusakan jalan nasional lingkar tambang Likupang-Girian, Senin (27/4/2026) yang dilaksanakan di ruang rapat Komisi III.

RDP dipimpin oleh Ketua Komisi III, Berty Kapojos, dihadiri Wakil Ketua DPRD Royke Anter, Nick Lomban, Yongkie Limen, Toni Supit, Amir Liputo, Haslinda Rotinsulu, dan Gracia Oroh, menghadirkan perwakilan BPJN Sulut, Perwakilan PT MSM dan perwakilan masyarakat Likupang Timur.

Richardno Tatuil Anggota DPRD Minut mewakili masyarakat Desa Rinondoran Kecamatan Likupang Timur bersama tokoh masyarakat Herman Papia, secara tegas menyatakan keberatan atas kerusakan jalan Likupang-Girian, yang disebabkan karena adanya aktifitas pertambangan emas PT MSM/TTN.

Dihadapan Komisi III, Richradno Tatuil juga mengungkapkan kekesalan dan keberatan atas jalan longsor, karena mengingat jalan Likupang-Girian adalah urat nadi transportasi bagi ekonomi, pendidikan dan kesehatan dari masyarakat Minut, khususnya Likupang Raya saat ke Kota Bitung.

Menurutnya, jalan Likupang-Girian adalah jalan nasional yang berada di bawah tanggung jawab BPJN Sulut, namun anehnya pihak BPJN Sulut tak peduli atas kerusakan jalan tersebut.

Richradno Tatuil berkeluh, sejak jalan rusak masyarakat kesulitan untuk melewati jalan tersebut dan ini memicu adanya aksi demo dari masyarakat, namun tetap juga tidak mendapat perhatian dari BPJN Sulut dan PT MSM/TTN.

Pernyataan ini diperkuat oleh tokoh masyarakat Herman Papia, yang secara tegas menyatakan keberatan atas sikap BPJN Sulut yang dituding melakukan pembiaran kepada PT MSM/TTN, sehingga kerusakan jalan tersebut semakin parah dan terjadi longsor.

Kasubag Tata Usaha BPJN Sulut, Jenry Wongkar mengakui jalan yang rusak tersebut adalah jalan nasional dan sekarang ini sedang berproses usulan tukar guling (ruilslag) dengan PT MSM.

Jenry Wongkar menjelaskan, ruas jalan nasional yang rusak tersebut rencananya akan digantikan oleh jalan yang dibangun internal PT MSM.

“Sejak terjadi longsor, dari BPJN sering menyurat ke PT MSM supaya segera memperbaiki jalan yang rusak, karena akibat dari tambang itu sendiri,” jelas Wongkar.

Sementara itu Deputy Manager External Relations PT MSM, Sinyo Rumondor menjelaskan, sebagai solusi atas penurunan/kerusakan pada ruas jalan nasional tersebut, pihaknya telah membangun jalan alternatif dan pembangunan jalan mendapatkan pengawasan teknis dari BPJN Sulut.

Namun Sinyo Rumondor mengakui adanya kendala di lapangan, karena sebagian warga masih menolak menggunakan akses jalan alternatif yang telah disesiakan oleh PT MSM.

Mengakhiri RDP, Komisi III DPRD Sulut sepakat untuk turun lapangan guna melihat secara langsung kondisi kerusakan ruas jalan Likipang-Girian tersebut. (JoTam)