TOMOHON, Globalberita.com — Pemerintah Kota Tomohon terus menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kedaulatan pangan daerah melalui pengelolaan lahan yang terukur.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon saat ini tengah memprioritaskan pengembangan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang mencakup total luas lahan sebesar 820,16 hektar.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kota sejuk ini tetap memiliki basis produksi pangan yang mandiri dan terlindungi.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Dr. Karel F. Lala, SP., MSi, mengungkapkan bahwa total luasan tersebut terdiri dari Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 533,13 hektar dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B) seluas 287,03 hektar.
Menurutnya, penetapan status lahan ini sangat penting untuk memproteksi area persawahan dari ancaman alih fungsi lahan yang kian masif seiring dengan perkembangan kota.
Dalam pemetaan wilayahnya, Kecamatan Tomohon Barat menjadi penyumbang terbesar dengan 321,08 hektar LP2B dan 328,45 hektar KP2B.
Posisi tersebut disusul oleh Kecamatan Tomohon Utara yang mencatat 112,42 hektar LP2B dan 252,92 hektar KP2B. Sementara itu, wilayah Tomohon Selatan menyumbangkan 75,46 hektar LP2B, diikuti Tomohon Tengah dengan 24,17 hektar LP2B, serta Tomohon Timur yang memiliki cadangan lahan seluas 0,86 hektar.
Dr. Karel F. Lala menegaskan bahwa dominasi lahan di Tomohon Barat dan Tomohon Utara secara otomatis menempatkan kedua wilayah tersebut sebagai lumbung padi utama.
Pemerintah daerah pun memberikan perhatian khusus bagi kedua kecamatan ini dalam hal optimalisasi produksi.
Dengan menjaga keberlangsungan lahan LP2B, Lala osptimis dapat memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus berkontribusi nyata dalam pencapaian swasembada pangan nasional.







