DIDUGA AKIBAT CUACA BURUK, NELAYAN ASAL KAWIO HILANG

SANGIHE941 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA– Seorang nelayan asal Pulau Kawio Kecamatan Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe bernama Muksin Pangumpia (50) dikabarkan hilang saat melaut sejak Senin (14/7/2025) pagi kemarin.

Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik, melalui Kapolsek Marore IPDA Irmawan, menyampaikan bahwa laporan hilangnya korban pertama kali diterima dari istrinya, Rosminda Barahama (42). Menurut keterangan Rosminda, suaminya sempat dua kali melaut pada hari kejadian. Ia berpamitan sekitar pukul 05.30 WITA dan kembali ke rumah pada pukul 10.30 WITA untuk mengantar hasil tangkapan. Namun, meskipun sudah diingatkan oleh keluarga dan warga agar tidak kembali ke laut, Muksin tetap memutuskan melaut untuk kedua kalinya.

Sejak saat itu, korban tidak lagi terlihat. Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kapitalaung (Kepala Kampung) Kawio, Bhatin Mamintade. Sekitar pukul 19.30 WITA, pengumuman resmi dilakukan melalui pengeras suara kampung, dan tiga unit perahu pambout milik warga langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian di sekitar perairan Pulau Kawio.

Pencarian dilanjutkan pada Selasa pagi oleh warga dan aparat kampung. Namun hingga berita ini ditayangkan, korban belum ditemukan.

Informasi mengenai hilangnya Muksin juga menyebar cepat melalui media sosial. Salah satu kerabat korban, Libra Astuti Pangumpia (32), mengaku menerima kabar dari saudara kandungnya yang berada di Kawio pada pukul 21.00 WITA, kemudian membagikan informasi tersebut lewat akun Facebook setelah melihat unggahan serupa dari warga lain.

Kapolsek Marore memastikan pihaknya telah menerima laporan resmi dan langsung berkoordinasi dengan aparat kecamatan, pemerintah kampung, serta tim Basarnas di tingkat kabupaten dan provinsi. Petugas Polsek juga telah mengumpulkan keterangan saksi serta terus memantau perkembangan di lapangan

Hilangnya Muksin diduga akibat cuaca ekstrem atau kemungkinan kerusakan pada perahu pambout miliknya. Berdasarkan analisa sementara, arus laut di wilayah tersebut memungkinkan korban terseret ke arah perairan Tahuna atau bahkan ke wilayah Kalimantan, mengingat arus di kawasan itu kerap berubah ke arah utara dan barat.

Kapolsek Marore juga mengimbau masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Saat ini, upaya pencarian terhadap Muksin Pangumpia masih terus dilakukan dengan harapan dapat ditemukan dalam keadaan selamat.