MITRA, Globalberita.com– Mewakili Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Ny. Stefa Kandoli Antou, Wakil Ketua TP-PKK Ny. Sandra Tuda Kindangen, S.Th, M.Pd melaksanakan lomba Duta Stunting bagi Remaja tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2026. Bertempat Soekarno Legislatif Hall DPRD, Senin 13 April 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh, wakil Ketua TP-PKK Ny. Sandra Tuda Kindangen, S.Th, M.Pd. Mewakili Ketua TP-PKK Kabupaten Ny. Stefa Kandoli Antou.
Dalam sambutan Ketua TP-PKK Ny. Stefa Kandoli Antou, yang dibacakan Wakil Ketua TP-PKK Mitra Ny. Tuda Kindangen,S.Th, M.Pd mengatakan, Lomba Duta Stunting bagi Remaja Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 dilaksanakan TP PKK bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut.
“Kegiatan ini bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi kegiatan ini memberikan kita pengetahuan terkait stunting. Karena stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Ditandai dengan, tinggi badan yang lebih pendek dari standar usianya,” ungkap Kindangen.
Dikatakan istri tercinta dari Wakil Bupati Fredy Tuda tersebut, Persoalan Stunting merupakan permasalahan Kesehatan anak di Indonesia yang perlu diperhatikan termasuk di daerah kita Provinsi Sulut khususnya di Kabupaten Mitra.
“Karena itu, kami TP-PKK terus berupaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting telah menjadi program nasional, yang dalam upaya tersebut perlu adanya dukungan lintas sektor agar target yang telah ditetapkan oleh pemerintah itu bisa tercapai. Kolaborasi ini meliputi unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, Masyarakat dan media, menjadi salah satu kunci dalam Upaya percepatan penurunan stunting terutama di Kabupaten Minahasa Tenggara,” ungkap Kindangen yang juga selaku Kepala DP3A Mitra tersebut.
Sebab itu, TP-PKK sebagai kelembagaan yang besar, dan sebagai organisasi yang terstuktur dari pusat sampai daerah secara konsekuen berketetapan menjadi motor Gerakan Nasional dalam Pemberdayaan Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat, termasuk permasalahan stunting di negara kita. Salah satu program yang dilaksanakan yaitu pembentukan duta remaja cegah stunting sebagai salah satu Upaya percepatan penurunan stunting dengan melibatkan Masyarakat atau para remaja.
“Dimintakan memintakan para remaja ini perlu dibekali sekaligus diberikan informasi terkait stunting, nutrisi pada Ibu, bayi dan anak, manfaat ASI, cara pengukuran antropometri serta cara konseling remaja untuk pencegahan stunting,” tutur Kindangen.
Untuk itu Ny. Sandra Tuda Kindangen memintakan Para remaja ini perlu dibekali sekaligus diberikan informasi terkait stunting, nutrisi pada Ibu, bayi dan anak, manfaat ASI, cara pengukuran antropometri serta cara konseling remaja untuk pencegahan stunting.
“Nantinya dalam kegiatan ini, akan terpilih duta stunting bagi remaja, yang kemudian diharapkan mampu menjadi agen of change minimal di daerah masing-masing. Anak-anak akan mampu memberikan edukasi kepada teman sebaya terkait pencegahan stunting sejak masa remaja, terutama pencegahan kehamilan dan pernikahan usia remaja,” pintanya.
Sambil berharap program ini dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat penurunan stunting di daerah kita melalui keterlibatan remaja.
“Bagi remaja diharapkan mampu terlibat secara aktif untuk memberikan informasi pencegahan stunting ini kepada rekan sebaya,” tutup Ny. Sandra Tuda Kindangen.(CIA)









