Manado — Dalam suasana yang penuh semangat perubahan, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus kembali menegaskan komitmennya terhadap pemerintahan yang bersih dan hasil yang nyata. Pada kesempatan rapat evaluasi kinerja bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sulawesi Utara, gubernur menyoroti pentingnya pencapaian target dan penggunaan anggaran secara tepat guna.
Gubernur menyampaikan bahwa setiap rupiah yang digunakan lewat APBD harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kita harus berani mengevaluasi dan jika ada yang belum capai, kita cari solusi bersama,” ujarnya dengan tegas namun bersahabat. Dalam rapat tersebut, sejumlah SKPD dipersilakan untuk memaparkan capaian hingga kuartal III, termasuk kendala yang dihadapi.

Di sisi lain, Gubernur juga membuka ruang dialog: ini bukan ajang mencari kambing hitam, melainkan bentuk kerja sama agar birokrasi lebih adaptif dan inovatif. Ia mengajak seluruh pemimpin SKPD untuk melihat evaluasi sebagai alat perbaikan — agar pelayanan publik makin prima, program makin tepat sasaran, dan pembangunan daerah makin terukur.
Untuk ke depan, ada tiga hal yang menjadi sorotan serius:
Transparansi anggaran — setiap SKPD diminta melapor penggunaan dana secara terbuka.
Efisiensi program — program yang sudah berjalan dievaluasi efektivitasnya, dan jika perlu direlokasi agar tidak tumpang tindih.
Indikator kinerja yang jelas — pencapaian target harus diukur, bukan hanya melalui angka tetapi melalui dampak nyata pada masyarakat.

Gubernur berharap dengan pendekatan evaluasi terbuka seperti ini, masyarakat bisa melihat bahwa pemerintah daerah tidak hanya “berjanji”, tapi juga menjaga komitmen dengan bukti. “Mari kita pastikan Sulawesi Utara tumbuh bukan hanya cepat tapi juga berkarakter — birokrasi yang melayani dan masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Provinsi Sulawesi Utara semakin menunjukkan bahwa pembenahan administratif dan peningkatan kualitas layanan publik menjadi prioritas utama.













