Unsrat Siap Somasi Salah Satu Media Online Lokal

PENDIDIKAN1025 Dilihat

GLOBAL BERITA, MANADO— Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bakal melakukan somasi kepada media lokal yang dinilai mengabaikan Kode Etik Jurnalistik dengan membuat berita bohong serta tanpa konfirmasi.

“Kami akan melayangkan surat somasi kepada Dewan Pers terhadap media pelopormedia.com, yang memberitakan berita buruk tanpa melalui konfirmasi dengan Unsrat,” ujar Dr. Max Rembang selaku Hubungan Masyarakat (Humas) Unsrat, Kamis (21/3/2024).

“Saya telah mengamati dua-tiga minggu ini. Ada beberapa media yang memberitakan berita buruk di Unsrat dengan tidak berimbang, bahkan cenderung menghakimi,” lanjutnya.

Yang dilakukan media tersebut dinilai melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik; dimana membuat berita tidak berimbang, tidak uji konfirmasi, tidak akurat, dan memuat opini yang menghakimi.

Salah satu yang dipermasalahkan Unsrat adalah berita pelopormedia.com pada 19 Maret 2024. Dimana berita tersebut menyebutkan terdapat konflik kepentingan dalam kepemimpinan Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, M.Eng.

“Pernyataan-pernyataan seperti ini menghakimi dan menggiring opini publik, seolah-olah Unsrat itu banyak masalah. Padahal pihak Rektorat hanya berdasarkan ketentuan hukum dan arahan dari Kemendikbudristek,” jelas Dr. Rembang.

Dia memastikan, jika media dan oknum wartawan yang menulis tersebut tidak terdaftar di Dewan Pers, maka pihaknya akan melaporkan di pihak Kepolisian.

“Jika tak terdaftar di Dewan Pers, maka langkah hukum yang paling tepat karena telah merusak nama institusi,” ungkap Akademisi kondang di Kampus Si Tou Timou Tumou Tou itu.

Selain melanggar Kode Etik Jurnalistik, berita-berita tersebut disinyalir tidak sesuai butir 2 huruf a dan b, Peraturan Dewan Pers Nomor: 1/ Peraturan-DP/ III/ 2012 tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber terkait verifikasi dan keberimbangan berita.

Dimana setiap berita harus melalui verifikasi, serta berita yang merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.

“Media harus dapat menjalankan fungsi sosial kontrolnya dengan baik. Silahkan memberitakan, tetapi jangan menghakimi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *