MITRA, Globalberita.com-Mewakili Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli, Wakil Bupati (Wabup) Fredy Tuda menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 10 Jemaat GMIM Exodus, Watuliney, Wilayah Belang. Bertempat di gedung Gerak Jemaat GMiM Exodus, Watuliney, Minggu 1 November 2026.
Peringatan HUT ke 10 tahun Jemaat GMIM Exodus, Watuliney. Dirangkaikan dengan, pisah sambut vikaris, Vikaris Pdt. Vina Najoan, M.Th dan Vikaris Pdt. Alma Langi, S.Th yang akan melayani di Jemaat GMIM Exodus Watuliney, serta pengutusan Vikaris Pdt. Eunike Kaeba, S.Th untuk melanjutkan tugas pelayanan di tempat yang baru.
Sambutan Bupati Mitra Ronald Kandoli, yang dibacakan Wabup Fredy Tuda mengatakan, hari ini menjadi hari yang sangat bersejarah dan monumental bagi seluruh komponen jemaat di tempat ini.
“Kita berkumpul di rumah Tuhan yang kudus ini, bukan hanya merayakan bergantinya angka kalender. Melainkan, bersaksi bersama-sama atas kedahsyatan kasih Tuhan yang telah menyertai, menuntun, dan memberkati perjalanan pelayanan Jemaat GMIM Exodus Watuliney hingga boleh menapaki usia yang ke-10 tahun,” ujar Wabup.
Dikatakan Wabup, satu dekade atau sepuluh tahun perjalanan sebuah jemaat bukanlah sebuah waktu yang singkat, namun juga bukanlah sebuah perjalanan yang tanpa liku.
“Adapun angka sepuluh dalam perspektif Alkitabiah sering kali melambangkan sebuah kesempurnaan tatanan, sebuah fase kedewasaan awal, serta sebuah pembuktian atas kesetiaan dan ketekunan iman,” ungkap Wabup.
Karena itu menurut Wabup, perayaan HUT ke 10 ini merupakan bukti nyata bahwa, ketika gereja ini dibangun di atas batu karang yang teguh, yaitu Yesus Kristus, maka badai dan gelombang dinamika zaman tidak akan pernah mampu merobohkannya.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara memandang Gereja bukan hanya sebagai institusi keagamaan yang berdiri sendiri.Bagi kami, Gereja adalah mitra strategis, pilar utama, dan motor penggerak pembangunan manusia yang paling efektif,” ucap Wabup.
Lebih lanjut dikatakan Wabup, pemerintah Daerah sangat menyadari bahwa stabilitas keamanan, kedamaian, dan kerukunan yang tercipta di Kabupaten Minahasa Tenggara, khususnya di Wilayah Belang, adalah buah dari doa-doa yang dinaikkan dari altar gereja ini, serta peran aktif jemaat dalam menjaga kehidupan yang harmonis.
“Kami pemerintah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Jemaat GMIM Exodus Watuliney atas kontribusinya selama sepuluh tahun ini dalam mendukung dan mengawal jalannya roda pemerintahan serta pembangunan daerah,” tutur Wabup.
Namun dikatakan Wabup, tantangan ke depan tidaklah semakin mudah. Kita diperhadapkan pada berbagai isu sosial seperti kemiskinan ekstrem, stunting, degradasi moral, penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, hingga tantangan ekonomi global yang berdampak pada tingkat lokal.
“Menghadapi hal ini, pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Kami membutuhkan topangan doa dan aksi nyata dari gereja.
Sepanjang masa kepemimpinan bapak Bupati Ronald Kandoli dan Fredy Tuda berbagai program prioritas telah dijalankan. Izinkan saya menyampaikan beberapa capaian penting yaitu,” ucap Wabup.
1. Program CPMI ke Jepang (Pekerja Migran Terampil), Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara meluncurkan program pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Jepang. Seluruh biaya—mulai dari seleksi, pelatihan bahasa dan keterampilan, hingga keberangkatan—sepenuhnya ditanggung Pemkab Mitra. Program ini membuka peluang kerja yang luas bagi generasi muda serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
2. Peningkatan Tipe Rumah Sakit Mitra Sehat Tahun 2026 menjadi tahun bersejarah karena: RS Mitra Sehat masuk dalam daftar prioritas Kementerian Kesehatan RI dalam peningkatan status Rumah Sakit Mitra Sehat dari Tipe D menjadi Tipe C. Peningkatan ini membawa implikasi besar berupa peningkatan kualitas layanan, penambahan fasilitas kesehatan, serta kehadiran lebih banyak tenaga medis dan spesialis.
3. Pembangunan & Renovasi Sekolah (137 Sekolah) Efisiensi besar-besaran dilakukan pada Dinas Pendidikan. Anggaran yang sebelumnya banyak terserap pada ATK, perjalanan dinas, Bimtek, dan kegiatan seremonial, dialihkan sepenuhnya ke pembangunan dan renovasi sekolah. Hasilnya, 137 sekolah di Minahasa Tenggara telah dibangun/direnovasi hanya dalam satu tahun.
4. Penyelesaian Proyek Mangkrak Sejumlah proyek pembangunan yang mangkrak sejak pemerintahan sebelumnya telah diselesaikan, sehingga fasilitas publik dapat digunakan kembali dan tidak merugikan masyarakat.
5. Penurunan Kemiskinan & Peningkatan IPM Berdasarkan data BPS: Angka kemiskinan menurun 1,4% Indeks Pembangunan Manusia meningkat 0,6% Ini menunjukkan bahwa program pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup berjalan efektif.
6. Penghargaan Kabupaten Anti Korupsi – Satu-satunya di Indonesia
Pada tahun 2025, dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, Minahasa Tenggara menjadi satu-satunya daerah yang ditetapkan sebagai Kabupaten Percontohan Anti Korupsi oleh KPK RI. Penghargaan ini merupakan komitmen kita untuk membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat.
“Atas nama Bupati Ronald Kandoli bersama keluarga, bersama Wakil Bupati Fredy Tuda dan keluarga dan seluruh masyarakat Minahasa Tenggara, dengan penuh rasa syukur dan sukacita saya menyampaikan.
“Selamaf Hari Ulang Tahun ke 10 kepada seluruh Jemaat GMIM Exodus Watuliney, Wilayah Belang,” ucap Wabup.
Diakhir sambutan Wabup berharap, teruslah melangkah, teruslah menabur kebaikan, dan biarlah GMIM Exodus Watuliney senantiasa memancarkan kemuliaan nama Tuhan dari tempat ini sampai selama-lamanya.
Turut hadir dalam ibadah tersebut Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Belang Pdt. Rio Tumbelaka, M.Th; Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Exodus Watuliney Pdt. Jefry Mandolang, S.Th; Kapolsek Belang AKP Desli Solang, S.Sos; Camat Belang Raymond Sumual, S.Teol., M.Si; serta Inspektur Pembantu Wilayah I Deddy Pandaleke, S.E., M.M., bersama para pelayan khusus dan seluruh jemaat.(CIA)













