Polsek Marore Terima Nelayan Asal Kawio Usai Direpatriasi Dari Filipina

SANGIHE39 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA—Kapolsek Marore IPDA Edy Wanihi, S.H., bersama personel Polsek Marore menjemput Daniel di pesisir Pantai Kompleks Pelabuhan Laut Marore, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.40 Wita.

Seorang nelayan asal Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Daniel Takarenguang (47), akhirnya kembali ke tanah air setelah menjalani proses repatriasi dari Batuganding, Balut, Filipina.

Penjemputan turut dihadiri Kasubbag Umum, Hukum dan Kepegawaian Kecamatan Kepulauan Marore Vecky Kakampu, S.Tr.AP., Kepala Pos Imigrasi Marore Balinting Layang, perwakilan Koramil 1301-10 Marore Serda J. Nanangkong, serta perwakilan Pos TNI AL Marore Serda Bah Hakim.

Daniel diketahui berangkat dari Batuganding, Balut, Filipina, menggunakan perahu pamboat miliknya pada pukul 05.00 Wita dan tiba di Marore sekitar pukul 08.40 Wita. Setibanya di Marore, ia langsung menjalani pemeriksaan identitas dan dokumen di Kantor Pos Imigrasi Marore.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Daniel berada di Filipina selama 23 hari setelah mengalami kerusakan mesin saat berlayar dari Kampung Kawio menuju Tahuna. Peristiwa yang terjadi pada 15 Juli 2026 itu menyebabkan perahunya hanyut terbawa arus hingga terdampar di Pulau Saranggani, Filipina.

Selama berada di Filipina, Daniel menjalani serangkaian pemeriksaan oleh otoritas setempat sebelum akhirnya dipulangkan melalui proses repatriasi. Ia kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat dan melakukan perjalanan seorang diri menggunakan perahu miliknya.

Kapolsek Marore juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kampung Kawio serta keluarga terkait kepulangan Daniel. Setelah menyelesaikan pemeriksaan oleh pihak Imigrasi Marore, Daniel beristirahat di rumah kerabatnya di Kampung Marore sebelum melanjutkan perjalanan ke Kampung Kawio. Keberangkatan menuju kampung halamannya akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan laut.

Proses penjemputan dan pemeriksaan berlangsung aman dan lancar dengan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, Imigrasi, TNI AD, dan TNI AL sebagai bentuk sinergi dalam penanganan warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *