Wabup Mitra Fredy Tuda Pimpin Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana El Nino Di Mapolres 

MITRA, Globalberita.com-Mewakili Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli, Wakil Bupati Fredy Tuda Pimpin Apel gelar Pasukan Tanggap Bencana El Nino. Bertempat di Lapangan Mapolres Mitra, Selasa 4 Agustus 2026.

Wakil Bupati Mitra Fredy Tuda didampingi Kapolres AKBP. Handoko Sanjaya, S.I.K, M.Han, seluruh jajaran Pejabat Utama dan Kapolsek di wilayah hukum Polres Mitra., para Kapolsek, anggota Polres, anggota Brimob Polda Sulut, dihadiri Kodim 1302 Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S, diwakili Koramil 12 Belang Inf Nobby Rori, anggota TNI, asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra M. Irwan Abdjulu, SE, selaku juga Kasat Pol-PP, bersama anggota Satpol-PP, Kepala BPBD Nolly Ratela, M.Pd, anggota BPBD.

Adapun sambutan Bupati Ronald Kandoli, yang dibacakan Wakil Bupati Fredy Tuda mengatakan, hari ini kita melaksanakan Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El-Nino di Wilayah Hukum Polres Minahasa Tenggara.

” Apel hari ini, merupakan perwujudan dari UU Nomor 24 tahun 2007 tentang, Penanggulangan Bencana, yang mengedepankan prinsip kesiapsiagaan dan tindakan preventif,” ujar Wabup.

Dikatakanya, kita berkumpul menyatukan visi, menyamakan persepsi, serta mengukur sejauh mana kesiapan riil baik personel maupun infrastruktur pendukung yang kita miliki dalam menghadapi ancaman anomali cuaca ekstrem.

“Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan kita mengenai ancaman fenomena iklim global El-Nino. Fenomena ini memicu penurunan curah hujan secara drastis, meningkatkan suhu permukaan, dan memperpanjang masa kemarau,”ungkap Wabup.

Lebih lanjut dikatakan Wabup, di Kabupaten Minahasa Tenggara, dampak nyata dari fenomena ini sudah mulai atau berpotensi besar memicu berbagai persoalan krusial yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak.

“Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di mana wilayah kita memiliki area perkebunan, hutan, dan semak belukar yang luas, kekeringan sedikit saja dapat memicu titik api yang meluas dengan cepat, seperti yang sudah terjadi di kawasan Gunung soputan pada saat ini,” ucap Wabup.

Menyikapi eskalasi potensi dampak El-Nino tersebut, pada kesempatan apel pada hari ini, kami sampaikan beberapa instruksi dan penekanan strategis untuk dipedomani oleh seluruh instansi.

“Kesiapsiagaan kita harus bertumpu pada lima pilar utama (Panca siap) yang saling terintegrasi yaitu. Siap Perencanaan: BPBD bersama instansi teknis harus memperbarui peta risiko bencana (hazard mapping) berbasis kecamatan dan desa guna menentukan skala prioritas penanganan,” tutur Wabup.

Selanjutnya, siap Organisasi: Struktur Komando Satgas Penanggulangan Dampak El-Nino harus fungsional. Alur komunikasi dan pelaporan dari tingkat desa hingga kabupaten tidak boleh terputus atau mengalami birokrasi yang berbelit-belit,” tegas Wabup.

Sedangkan untuk siap Personel,.pastikan kondisi fisik, mental, dan keterampilan para petugas di lapangan selalu prima. Lakukan penyegaran taktis secara berkala agar setiap personel tanggap terhadap situasi darurat.

“Berikutnya yaitu, Siap Operasional di artikan periksa, rawat, dan pastikan seluruh armada pemadam kebakaran, mobil tangki air bersih milik PDAM/BPBD, mesin pompa air portabel, hingga alat pelindung diri (APD) dalam kondisi siap pakai 100%.,” tutup Wabup. (CIA)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *