Siaga Hadapi Karhutla 2026, Polres Sangihe Gelar Apel Antisipasi Hadapi El Nino Ekstrem

SANGIHE208 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA— Bertempat di lapangan apel Mako Polres kepulauan sangihe, jajaran polres kepulauan sangihe menggelar apel gelar pasukan dan sarana prasarana dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  serta antisipasi fenomena el nino ekstrim, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur TNI, Polri, perwakilan pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan dalam menghadapi potensi bencana yang kerap melanda wilayah kabupaten kepulauan sangihe, khususnya saat musim kemarau.

Apel gelar pasukan dipimpin oleh Bupati Kabupaten sangihe, Michael Thungari. Dalam amanatnya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa apel tersebut bukan sekadar menghadapi potensi bencana, melainkan bentuk kesiapan menghadapi kondisi nyata berdasarkan data ilmiah dari BMKG yang menyebutkan wilayah Kepulauan Sangihe telah memasuki fase El Nino dengan intensitas kuat hingga sangat kuat.

Menurutnya, penurunan curah hujan secara drastis tidak hanya berdampak pada meningkatnya suhu udara, tetapi juga mengancam ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, hingga stabilitas ekonomi daerah.

Bupati juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk bergerak secara proaktif dalam menghadapi dampak El Nino. Untuk itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan melaksanakan empat langkah strategis.

Langkah pertama adalah menerapkan kebijakan zero burning dengan menindak tegas setiap pembukaan lahan melalui pembakaran. Kedua, memperkuat patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui peningkatan kesiapan personel dan posko pemantauan titik panas.

Ketiga, mengaktifkan kembali Satuan Tugas Pangan dengan memperkuat koordinasi bersama Bulog guna menjaga ketersediaan stok beras serta memastikan distribusi logistik tetap berjalan sehingga harga bahan pokok tetap stabil. Keempat, melakukan manajemen air melalui pengawasan ketat terhadap ketersediaan air bersih, memprioritaskan kebutuhan masyarakat, serta membangun sumur bor komunal di wilayah yang mengalami kelangkaan air.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih serta menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Sementara itu, Plh. Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor mengatakan bahwa apel gelar pasukan tersebut dilaksanakan secara serentak mengikuti instruksi Kapolri bersama Polda Sulawesi Utara dan seluruh Polres jajaran.

Ia menjelaskan, Polres Kepulauan Sangihe telah melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Damkar, TNI, Polri hingga instansi teknis lainnya dalam upaya menghadapi dampak El Nino.

“Setelah pelaksanaan gelar pasukan ini, kami akan membentuk posko bersama untuk penanganan cepat serta melakukan pengecekan dan pengawasan di lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan maupun bencana lainnya akibat musim kemarau,” ujarnya.

AKBP Edwin menambahkan, mengingat Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan daerah kepulauan dengan wilayah yang tersebar, posko penanganan tidak hanya dibentuk di tingkat kabupaten, tetapi juga akan diperluas hingga tingkat kecamatan dengan melibatkan pemerintah desa, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TNI-Polri, BPBD, serta instansi terkait.

Ia berharap sinergi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat mampu meminimalisasi dampak El Nino, khususnya mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga keselamatan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *