MINSEL, GLOBALBERITA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan mengambil langkah proaktif dalam upaya mitigasi bencana menghadapi musim penghujan. Tim BPBD melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon yang dinilai berisiko dan berpotensi tumbang.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan pra-bencana yang rutin dilakukan BPBD Minsel. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi potensi bencana akibat pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Memasuki musim hujan, intensitas curah hujan yang tinggi seringkali disertai dengan angin kencang. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko pohon-pohon yang sudah tua, rapuh, atau terlalu rimbun untuk tumbang. Pohon yang tumbang di area permukiman dapat menimpa rumah, merusak jaringan listrik, atau bahkan mengancam jiwa warga.

Ada 12 titik yang menjadi prioritas BPBD Minsel untuk dilakukan pemangkasan pohon. Ke 12 titik tersebut yakni, :
– Depan Gereja Katolik (Jalan Pasar Amurang)
– Depan SMA 1 Amurang
– Depan Kantor Inspektorat Daerah
– Depan Bank Prisma Dana
– Depan Toko DIY Amurang
– Depan Depot Aqua Pandang
– Depan Pelabuhan Amurang
– Pepohonan jalur Papontolen
– Pepohonan Jalur Mobongo-Kapitu
– Pepohonan Jalur Kapitu-Radey
– Pepohonan Jln Trans Desa Sapa
– Pepohonan Jalur Pinamorongan-Wuwuk.
Kepala BPBD Minsel Thorie Joseph mengatakan bahwa pemangkasan ini dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan warga mengenai kondisi pohon-pohon tua, miring, atau yang akarnya sudah tidak kuat menopang.
“Memasuki musim penghujan, intensitas angin dan curah hujan meningkat. Kami ingin memitigasi bencana, kami tidak ingin mengambil resiko. Ada 12 titik prioritas yang sudah dipantau terlebih dahulu untuk dilakukan pemangkasan. Maka kami BPBD Minsel turun langsung untuk memangkas pohon-pohon yang rawan tumbang,” kata Kaban BPBD Thorie Joseph
Dia menyampaikan bahwa tindakan pemangkasan pohon dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan peralatan yang memenuhi standar keselamatan kerja. Keamanan warga menjadi prioritas utama dalam setiap proses mitigasi yang dilakukan BPBD Minsel.

“Pemangkasan pohon ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana alam, khususnya pada musim hujan yang seringkali menyebabkan pohon tumbang.Selain itu juga, BPBD Minsel berkomitmen untuk merespon laporan masyarakat dengan cepat agar potensi bahaya dapat diminimalkan sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar,” jelas Joseph.
Menurutnya, kegiatan mitigasi ini bertujuan tidak hanya untuk mengurangi potensi bencana tetapi juga sebagai langkah pencegahan untuk memastikan lingkungan tetap aman dan nyaman bagi warga.
“Kami berharap upaya ini dapat mengurangi dampak dari bencana yang disebabkan oleh pohon tumbang,” tutur Joseph lagi.
Saat bersamaan dia pun mengingatkan agar warga selalu waspada terhadap potensi bahaya dari pohon-pohon yang sudah rapuh atau tidak stabil. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan pohon yang dapat membahayakan keselamatan, agar tindakan preventif bisa segera dilakukan.
(DArK)












