Wabup Vanda Sarundajang dan TP-PKK Minahasa Ajak Kolaborasi Tekan Angka Stunting Di Desa Kayuuwi Kawangkoan Barat

MINAHASA431 Dilihat

Minahasa – Wakil Bupati Minahasa, Ibu Vanda Sarundajang, SS (Vasung), membuka Workshop Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan di Balai Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, Rabu (10/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE, yang juga tampil sebagai pemateri dalam workshop.

Dalam sambutannya, Wabup Vasung memberikan apresiasi atas capaian Kecamatan Kawangkoan Barat yang berhasil mempertahankan status zero stunting. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar bukan hanya menurunkan angka stunting, melainkan menjaga keberlanjutan capaian tersebut.

“Bersyukur di Kecamatan Kawangkoan tercatat zero stunting. Capaian ini tentu berkat kerja keras, komitmen, dan sinergi semua pihak. Namun saya selalu mengingatkan, mempertahankan capaian itu jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya,” kata Vasung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting di Kabupaten Minahasa turun dari 23,1% menjadi 19,4%. Angka ini lebih baik dari rata-rata nasional yang berada di angka 19,8%.

“Bahkan Kabupaten Minahasa mendapat penghargaan dari pemerintah provinsi karena dinilai berhasil menunjukkan program signifikan dalam penurunan stunting. Kita juga berada di peringkat keenam dari seluruh daerah di Sulawesi Utara. Target kita jelas, pada tahun 2045 Minahasa harus bebas stunting, dan itu hanya bisa dicapai lewat kolaborasi semua pihak,” tegasnya.

Ia juga berharap para camat, hukum tua, lurah, penggerak PKK, kader posyandu, hingga perangkat desa dan kelurahan dapat memperkuat sinergi serta memahami langkah-langkah intervensi percepatan penanganan stunting.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Minahasa, Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, mengingatkan agar meski saat ini tidak ditemukan kasus stunting di Kawangkoan Barat, pengawasan terhadap kelompok berisiko seperti ibu hamil dan balita tetap harus menjadi prioritas.

“Pemberian gizi seimbang, pemenuhan suplemen, dan akses sanitasi yang layak adalah hal penting yang harus dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Workshop ini turut dihadiri Plt. Camat Kawangkoan Barat Joike Onibala, SE, para hukum tua, lurah, kader posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.(Mei)