LAKUKAN “BIRD WATCHING” , TUJUH WNA TERPUKAU DENGAN BURUNG ENDEMIK SANGIHE

SANGIHE471 Dilihat

SANGIHE, GLOBALBERITA– Pulau Sangihe tidak juga menawarkan pesona wisata baharinya tetapi juga mempunyai burung-burung endemik yang diburu warna negara asing (WNA), hal tersebut terbukti dengan kunjungan dari tujuh warna negara asing yang datang berkunjung ke pulau sangihe untuk melakukan Bird Watching (Pengamatan Burung).

Sebanyak tujuh wisatawan asal Inggris, Belanda, Amerika Serikat, dan Prancis, disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E, M.M di rumah jabatan, Minggu (7/8/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menanyakan kesan wisatawan mengenai pengalaman mereka di Sangihe, khususnya terkait pengamatan burung endemik. Salah satu pengamat burung, Michael Turnbull, menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam Sangihe.

“Pulau Sangihe sangat indah, dan kami sangat terkesan dengan burung-burung yang ada di sini,” ujar Turnbull.

Selama tiga hari dua malam di Sangihe, rombongan berhasil melihat berbagai jenis burung endemik di sekitaran Tahuna dan Kampung Ulung Peliang Kecamatan Tamako, di antaranya Paok Sangihe, Anis Bentet Sangihe, Seriwang Sangihe, Serindit Sangihe, dan Burung Madu Sangihe. Beberapa jenis lain seperti Brinji Emas Sangihe hanya dapat mereka dengar suaranya.

Turnbull juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam Sangihe. Ia mengingatkan agar tidak ada pembangunan berlebihan di kawasan hutan, karena wisatawan lebih menyukai suasana alami. Namun, ia juga memberi masukan terkait jalur pengamatan yang cukup menantang, sehingga perlu perbaikan kecil seperti penambahan tangga atau tali pembatas untuk keamanan.

Sementara itu, Alfret Dadoali, pemandu wisata dari Kampung Ulung Peliang, mengungkapkan bahwa rombongan ini merupakan kelompok ketujuh yang datang dalam tiga bulan terakhir.

“Wisata pengamatan burung semakin diminati, dan ini bisa menjadi potensi besar untuk pariwisata Sangihe,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Craig, pemimpin rombongan dari birdquest-tours.com. Menurutnya, Sangihe menjadi salah satu destinasi penting dalam rangkaian perjalanan pengamatan burung di kawasan Sulawesi dan pulau-pulau satelitnya.

“Biasanya satu kali trip berlangsung sekitar satu bulan, bergilir dari satu lokasi ke lokasi lain. Setelah dari Sangihe, kami akan melanjutkan perjalanan ke Talaud,” kata Craig.

Craig juga menilai Trip Sangihe kali ini cukup menarik sekaligus menantang, dan besar kemungkinan mereka akan kembali lagi di masa mendatang. Sebelum mengakhiri kunjungan, rombongan wisatawan juga memberikan apresiasi positif terhadap pelayanan dan kesigapan Alfret sebagai pemandu lokal.