Pemkab Minahasa Perkuat Strategi Turunkan Stunting, Anggarkan Rp168 Miliar di 2025

MINAHASA698 Dilihat

MANADO – Pemerintah Kabupaten Minahasa menegaskan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si., saat menghadiri Penilaian Kinerja 2025 atas pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024, di Dahlia Ballroom, Hotel Aston Manado, Rabu (20/8/2025).

Sekda Watania menjelaskan, strategi yang disiapkan Pemkab Minahasa sejalan dengan target RPJMD.
“Target kami 19 persen pada 2024, turun menjadi 18 persen di 2025, dan 17 persen di 2026. Komitmen ini diperkuat dengan regulasi, termasuk Keputusan Bupati tentang pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS),” ujarnya.

Intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari imunisasi dasar lengkap, pemberian vitamin untuk ibu hamil dan remaja putri, hingga peningkatan kapasitas guru PAUD dalam pola pengasuhan.
“Jumlah guru PAUD terlatih meningkat pesat, dari 20 orang pada 2023 menjadi 150 orang pada 2024–2025. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah memperkuat SDM demi mempercepat penurunan stunting,” jelasnya.

Di tingkat desa/kelurahan, program percepatan stunting juga mulai diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan. Pada 2023, tercatat 33,3 persen desa/kelurahan sudah mengalokasikan program ini, dan ditargetkan meningkat tiap tahun.

Dari sisi pendanaan, Pemkab Minahasa meningkatkan alokasi APBD secara signifikan. Jika tahun 2024 hanya Rp15 miliar, maka pada 2025 melonjak menjadi Rp168 miliar.
“Peningkatan anggaran ini adalah bukti nyata bahwa isu stunting mendapat perhatian penuh,” tegas Watania.

Inovasi juga dilakukan lewat Bapak Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) yang kini berkembang menjadi Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GENTING). Program ini melibatkan masyarakat untuk mendampingi langsung keluarga dengan anak stunting, baik melalui dukungan gizi maupun edukasi pola asuh.

“Melalui BAAS dan GENTING, diharapkan bukan hanya angka stunting yang turun, tetapi juga kesadaran orang tua akan pentingnya gizi dan pola asuh yang benar semakin meningkat,” tambahnya.

Sekda Watania juga memberikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi Sulut yang konsisten mendukung program pemerintah daerah.
“Berkat sinergi ini, prevalensi stunting di Minahasa turun dari 23,5 persen menjadi 19,5 persen pada 2024,” ungkapnya.

Acara ini turut dihadiri jajaran OPD terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PMD, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa. Dengan dukungan anggaran besar, strategi terpadu, dan partisipasi masyarakat, Pemkab Minahasa optimistis target penurunan stunting dapat tercapai. (Mei)