Kenali Hukum Jauhi Hukuman: Upaya Preventif Kejari Tomohon Tekan Angka Bullying dan Narkoba di Sekolah

TOMOHON195 Dilihat

​TOMOHON, Globalberita.com – Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon terus berkomitmen melakukan langkah preventif dalam menekan angka tindak pidana di kalangan remaja melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kegiatan yang mengusung tema “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman” ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Tomohon pada Kamis, 5 Maret 2026, dengan melibatkan 71 peserta yang terdiri dari siswa dan guru.

​Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon, Dybie Kalele, S.Pd., yang didampingi oleh jajaran terkait sebagai bentuk sinergi antarinstansi. Tim narasumber dari Seksi Intelijen Kejari Tomohon yang dipimpin oleh Kepala Subseksi II, Sandi Nugraha Iskandar, S.H., bersama Jaksa Fungsional Muhammad A. Abiypradhana E., S.H., serta para calon jaksa, memberikan edukasi mendalam mengenai berbagai aspek hukum. Materi yang disampaikan mencakup bahaya perundungan (bullying),

pencegahan kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan narkoba yang perlu diwaspadai oleh para remaja masa kini.
​Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah sebagai langkah pencegahan agar para siswa memahami pentingnya kepatuhan hukum sejak dini guna meminimalisir potensi tindak pidana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Para peserta tampak sangat antusias mengikuti materi, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan serta semangat yang diperlihatkan selama sesi berlangsung. Melalui langkah edukatif ini, diharapkan siswa-siswi SMP Negeri 5 Tomohon dapat menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari untuk meraih cita-cita tanpa terjerat permasalahan hukum.

​Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.45 WITA ini berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya hambatan atau gangguan yang terdeteksi. Pihak Kejaksaan Negeri Tomohon pun berkomitmen untuk terus menjalankan program penerangan hukum secara berkala sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi masyarakat.