TOMOHON, Globalberita.com – Kota Tomohon bersiap menyambut sebuah simfoni budaya yang megah. Sebanyak 1.000 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di seluruh penjuru kota dijadwalkan akan memadati Stadion Babe Palar, Walian, dalam sebuah pementasan Mahzani massal yang diprediksi bakal menjadi momen ikonik tahun ini.
Perhelatan akbar yang dirancang untuk membangkitkan kebanggaan lokal ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, mulai pukul 15.00 WITA.
Langkah berani ini diinisiasi oleh panitia pelaksana sebagai bentuk nyata pelestarian tradisi Mahzani agar tetap relevan di tengah gempuran zaman.
Inisiator kegiatan sekaligus Ketua Panitia, Armando Loho, M.Kom, bergerak cepat dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon guna memastikan pementasan lintas jenjang pendidikan ini mendapatkan dukungan penuh, baik secara teknis maupun administratif. Kolaborasi ini menjadi kunci utama agar koordinasi antar sekolah dapat berjalan maksimal dan terstruktur.
Armando menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar pertunjukan seni di atas panggung, melainkan sebuah instrumen penguatan pendidikan karakter. Melalui gerak dan irama Mahzani, para siswa diajak untuk menyelami filosofi budaya Minahasa sejak dini. Panitia melihat keterlibatan aktif generasi muda sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga identitas daerah, sekaligus membentuk mentalitas pelajar yang bangga akan akar budayanya sendiri.
Menengok kesiapan di lapangan, panitia telah menyusun strategi matang dengan linimasa yang sangat ketat sejak 11 Februari hingga 20 Maret 2026. Proses sosialisasi ke sekolah-sekolah telah dilakukan, disusul dengan penunjukan guru koordinator serta sesi pelatihan intensif di masing-masing satuan pendidikan. Para siswa dilatih secara khusus sesuai jenjangnya di bawah bimbingan pelatih Mahzani profesional untuk memastikan harmonisasi saat ribuan orang tersebut bergerak serempak di Stadion Babe Palar nantinya.
Selain aspek artistik, panitia juga memberikan perhatian serius pada manajemen lokasi. Koordinasi terkait keamanan, alur mobilisasi ribuan massa, hingga urusan kebersihan telah dimatangkan agar acara berlangsung kondusif dan nyaman bagi penonton maupun peserta. Armando berharap pementasan ini menjadi gerakan kolektif yang menyatukan sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam satu semangat menjaga warisan leluhur.







