Kawangkoan, Globalberita.com – Anggota MPR RI dari unsur DPD, Senator Stefa B.A.N. Liow, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Tondegesan Dua, Kawangkoan, dengan tujuan memasyarakatkan kembali nilai-nilai dasar negara yang menjadi pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),Jumat (12/12).
Empat Pilar yang disosialisasikan meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai aturan dasar, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat persatuan.
Dalam paparannya, Senator Liow menekankan bahwa penguatan keempat konsensus nasional ini sangat krusial untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. Baik tantangan internal seperti radikalisme, intoleransi, dan semangat kedaerahan yang berlebihan, maupun tantangan eksternal berupa arus globalisasi yang seringkali menguji keutuhan nilai-nilai bangsa. “Kita tidak boleh biarkan nilai-nilai dasar negara ini luntur. Setiap orang harus memahaminya agar NKRI tetap kuat dan bersatu,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Reagen Malonda Goni, Hukum Tua Desa Tondegesan Dua, mengapresiasi upaya Senator Liow: “Kami sangat bangga ada sosialisasi ini. Ini bermanfaat banget untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di Tondegesan Dua dan seluruh Tondegesan Raya,” ujarnya.
Turut hadir juga Beatriks Sondakh-Pangau, SKM (Hukum Tua Desa Tondegesan Satu), yang menunjukkan kerja sama erat antara wakil rakyat pusat dan pimpinan di tingkat desa. Peserta acara meliputi perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat dari Desa Tondegesan Raya, Kecamatan Kawangkoan. Hizkia Kalengkongan (Sekretaris Desa Tondegesan 2) bertindak sebagai moderator yang membuat acara berjalan lancar dan interaktif.
Acara tidak hanya berupa paparan, melainkan juga dilengkapi sesi tanya jawab yang aktif. Di antaranya yang mengajukan pertanyaan adalah Jendri Sumolang (Perangkat Desa Tondegesan 2) dan Steven Goni (anggota BPD Tondegesan 2) tentang penerapan Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu,penanya lainnya dari kalangan muda, Davina Lontoh mengajukan pertanyaan terkait cara sosialisasi 4 Pilar ditengah perkembangan teknologi. Menjawabnya, Senator Liow menjelaskan strategi efektifnya adalah membuat konten yang pendek, menarik, dan mudah dipahami – seperti video singkat, infografis, atau kutipan menarik tentang Empat Pilar – yang bisa dibagikan di platform seperti WhatsApp, Instagram, atau TikTok dan FB. “Dengan konten yang cocok dengan selera masyarakat di media sosial, nilai-nilai Empat Pilar akan lebih mudah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Hukum Tua Beatriks Sondakh-Pangau, SKM. Dia menyampaikan penghargaan kepada Senator Stefa B.A.N. Liow yang telah mau datang ke Kawangkoan, serta kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif. “Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Senator dan kehadiran semua orang. Kegiatan ini memberikan manfaat luar biasa bagi kami, karena membuat kita lebih memahami nilai-nilai dasar negara yang harus kita jaga bersama,” ungkap Beatrix.
Pada akhir acara, Senator Liow berharap semangat patriotisme yang ditanamkan melalui kegiatan ini bisa terus dijaga dan diterapkan oleh masyarakat Kawangkoan. Sehingga dapat membangun komunitas yang lebih kuat, bersatu, dan taat pada nilai-nilai dasar negara.







