Jakarta,Globalberita.com – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite II DPD RI dengan Perum Bulog, Senator Stefanus B.A.N. Liow (Senator Stefa) menyampaikan sejumlah usulan strategis terkait penyaluran beras dan ketahanan pangan nasional, terutama menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). RDP berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).
Senator Stefa meminta Bulog mengkaji ulang status zonasi untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro dari Zona 1 menjadi Zona 2. “Tiga kabupaten ini bukan sentra produksi beras. Pasokan beras SPHP saat ini berasal dari luar wilayah seperti Sulsel dan Jatim. Kondisi geografis dan biaya distribusi yang tinggi seharusnya menjadi dasar perubahan zonasi,” jelasnya.
Selain itu, Senator asal Sulawesi Utara ini mengusulkan pembangunan gudang Bulog di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) untuk memperkuat distribusi pangan di wilayah selatan Sulut.
Menjelang Nataru, Senator Stefa juga meminta Bulog memastikan ketersediaan stok pangan pokok dan mendukung Gerakan Pasar Murah, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas beras dan bahan pangan agar masyarakat mendapatkan produk yang layak dan terjangkau, serta memperluas pengajuan sebagai penyalur.
Dirut Bulog, Ahmad Rizal Rhamdani, mengapresiasi masukan dari Senator Stefa dan berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan DPD RI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Direktur SDM dan Umum Bulog, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, menambahkan bahwa pihaknya akan segera memproses perubahan zonasi untuk tiga kabupaten kepulauan tersebut kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Sitepu, juga memberikan apresiasi atas usulan konstruktif yang disampaikan Senator Stefa.
Sebagai penutup, Senator Stefa mendorong agar Program Makmur segera dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Utara. “Program Makmur perlu hadir di Sulut agar petani dan masyarakat lokal dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pangan nasional,” pungkasnya.







