BPBD Minsel dan Basarnas Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana

DAERAH, MINSEL291 Dilihat

MINSEL, GLOBALBERITA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) Amurang sepakat memperkuat sinergi penanggulangan bencana dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara BPBD Minsel dan Basarnas Amurang di Kantor BPBD Minsel, Selasa (27/5/2025).

Sinergi ini dinilai strategis mengingat tingginya potensi dan kerawanan bencana di wilayah Minsel yang terletak di pesisir pantai yang kerap menjadi wilayah rawan bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, serta kecelakaan laut.

Kepala BPBD Minsel Thorie Joseph menyampaikan keberadaan Basarnas di Minsel sangat penting mengingat letak geografis dan kompleksitas risiko bencana yang ada.

“Ke depan, dengan semakin berkembangnya Kabupaten Minsel, tentu potensi bencana juga akan semakin besar. Maka, dibutuhkan sinergi lintas sektor agar penanganan darurat bisa dilakukan lebih cepat dan efisien,” kata Thorie Joseph.

Menurut dia, pentingnya tindak lanjut konkret melalui kerja sama teknis antara Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kolaborasi, baik secara teknis maupun dalam penguatan relawan,” ujar Joseph.

Sementara itu Kepala Kantor SAR Amurang Steven Lumowa menyatakan bahwa sinergi antara BPBD bersama kantornya wajib dan sangat penting untuk dilakukan.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari kepatuhan Indonesia terhadap audit internasional oleh badan dunia seperti International Maritime Organization (IMO) dan International Civil Aviation Organization (ICAO).

“Secara administratif, kerja sama SAR harus melibatkan otoritas pelayaran, penerbangan, dan pemerintah daerah. Jika tidak berjalan, bukan hanya Basarnas yang dinilai buruk, tapi juga nama baik Indonesia di forum internasional,” ujarnya.

Ditambahkannya, tingginya tingkat kerawanan bencana di Minsel tidak bisa dihadapi oleh satu lembaga saja. Dengan keterbatasan sumber daya manusia, peralatan, serta tantangan medan yang tidak ringan, penanganan bencana memerlukan kerja sama lintas sektor.

(DArK)